Suara.com - Siapa yang tidak suka cokelat? Bahan makanan atau minuman enak ini memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, salah satunya bagi penderita obesitas.
Berdasarkan penelitian Penn State terhadap tikus yang diberi makan berlemak tinggi, bubuk kakao memiliki potensi menjadi obat bagi penderita kerusakan hati akibat obesitas.
Ahli gizi sudah sangat menyadari bahwa kakao, bahan utama dalam cokelat, mengandung serat, zat besi dan antioksidan yang relatif tinggi. Meski seringnya disertai dengan kandungan gula tambahan.
Tujuan dari penelitian ini tidak hanya untuk memfasilitasi penurunan berat badan, lapor New York Post.
Peneliti berharap dapat mengidentifikasi cara orang gemuk meningkatkan kesehatan mereka secara keseluruhan, terutama dalam hal penyakit hati berlemak yang tidak terkait alkohol.
"Studi epidemiologi dan intervensi manusia menunjukkan konsumsi cokelat dikaitkan denga penurunan risiko penyakit kardiovaskular, seperti stroke, penyakit jantung koroner, dan diabetes tipe 2," kata penulis utama studi Joshua Lambert, profesor ilmu pangan di Penn's College of Agricultural Sciences
Jadi, menurut Lambert, masuk akal untuk menyelidiki apakah konsumsi kakao berdampak pada penyakit hati berlemak yang umumnya juga disebabkan oleh obesitas.
Selain itu, penelitian tikus sebelumnya tentang obesitas juga telah membuktikan indikasi proses metabolisme manusia.
Studi yang terbit dalam Journal of Nutritional Biochemistry ini mengungkapkan bahwa dengan menambahkan bubuk kakao dalam makanan tikus, berat badan hewan tersebut menurun 21%.
Baca Juga: Obsesi Harus Punya ASI Banyak Jadi Penyebab Tya Ariestya Obesitas
Limpa mereka juga mengurangi penyusutan bobot menjadi lebih rendah, tanda bahwa peradangan dapat berkurang.
Setelah 8 minggu suplementasi, lemak hati kelompok tikus tersebut menurun 28%. Tingkat stres oksidatif 56% dan tingkat kerusakan DNA hati 75% lebih rendah.
Apa yang membuat hasil studi ini sangat penting adalah aksesibilitas metodenya, yakni dengan memberikan dosis kakao yang dapat dicapai secara fisiologis, jumlah yang layak untuk dikonsumsi oleh manusia.
"Melakukan perhitungan, orang dapat mengonsumsi 10 sendok makan bubuk kakao sehari atau, jika Anda mengikuti pentunjuk di kotak bubuk kakao, itu berarti sekitar lima cangkir cokelat panas sehari," pungkas Lambert.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Diskon 20 Persen Medical Check-Up di RS Siloam: Tanpa Batas Maksimal untuk Nasabah BRI!
-
Raditya Dika Pilih Repot di Depan: Strategi Cegah Dengue demi Jaga Produktivitas
-
Sering Dibilang Overthinking? Ternyata Insting Ibu adalah Deteksi Medis Paling Akurat untuk Anak
-
Jangan Panik, Ini Cara Bijak Kelola Benjolan di Tubuh dengan Pendekatan Alami yang Holistik
-
Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks
-
Gejala Virus HPV pada Pria dan Wanita, Waspadai Kutil Kelamin
-
Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Dokter Tekankan Pentingnya Monitoring Berkala
-
Jangan Lewat 4,5 Jam! Dokter Ungkap Golden Period Penanganan Stroke yang Bisa Selamatkan Otak
-
Bukan Sekadar Datang Bulan, Ini Fakta Penting Menstruasi Remaja yang Sering Disalahpahami
-
Terbukti Bukan Asal Tren: Susu Flyon Direview dan Direkomendasikan Puluhan Dokter