Suara.com - Sakit kepala merupakan salah satu gangguan kesehatan yang cukup sering kita alami. Sakit kepala bisa bersifat jangka pendek maupun jangka panjang, tergantung penyebabnya.
Sama-sama sakit kepala, namun penyebab dan pengobatannya tak semua sama. Ada sakit kepala yang menyebabkan kepala berdenyut-denyut, dan ada juga yang menimbulkan nyeri hebat dan menusuk. Bahkan, ada sakit kepala yang sensasinya seperti kesemutan.
Jenis sakit kepala juga dibedakan berdasarkan letak sakit dan jenis nyerinya. Meski beberapa sakit kepala dapat diredakan secara aman dengan obat sakit kepala yang dijual bebas, ada jenis sakit kepala yang memerlukan perhatian medis segera. Pelajari lebih lanjut tentang jenis sakit kepala, penyebab, dan cara mengobatinya.
1. Migrain
Dilansir melalui Okadoc, di antara semua jenis sakit kepala, migrain mungkin adalah jenis yang paling umum. Gejalanya meliputi nyeri berdenyut yang parah di kepala dan pelipis, nyeri hebat di sekitar telinga, penglihatan berbintik, dan muntah.
Ada 2 jenis migrain, yaitu migrain dengan aura dan migrain tanpa aura. Aura digambarkan sebagai kelainan visual seperti bintik-bintik, penglihatan kabur, atau kepekaan cahaya. Aura biasanya muncul satu atau dua hari sebelum migrain menyerang.
Penyebab migrain belum disimpulkan oleh penelitian medis. Namun, ini terkait dengan kecemasan emosional, haid, kontrasepsi, ataupun alkohol.
Biasanya, migrain dapat ditangani dengan obat sakit kepala bebas dan obat penghilang rasa sakit. Namun, jika nyeri terus berlanjut, Anda perlu memeriksakan diri ke dokter.
2. Sakit Kepala Tegang
Jika migrain sering dikaitkan dengan nyeri yang menusuk dan berdenyut, sakit kepala tegang ditandai dengan nyeri tumpul dan kencang di sekitar kulit kepala. Biasanya, itu terjadi di dahi dan belakang tengkorak atau leher.
Penyebab sakit kepala tegang bervariasi, mulai dari stres, depresi, hingga cedera kepala. Kurang tidur terus-menerus juga dapat menyebabkan sakit kepala tegang. Penelitian menunjukkan bahwa sakit kepala karena tegang paling sering terjadi pada remaja dan dewasa muda.
Baca Juga: Riset Sebut Orgasme dan Pelukan Bisa Meredakan Sakit Kepala, Ini Kata Pakar
Ada dua jenis sakit kepala karena tegang, yaitu sakit kepala tegang episodik yang biasanya berlangsung sekitar 30 menit hingga 1 jam dan terjadi lebih dari 15 hari dalam sebulan. Kemudian ada juga sakit kepala tegang kronis yang berlangsung selama berjam-jam dan terjadi lebih dari 15 hari dalam sebulan
Sakit kepala tegang episodik biasanya dapat diatasi dengan berbaring dan beristirahat, serta minum obat penghilang rasa sakit. Namun, sakit kepala tegang kronis biasanya memerlukan penanganan medis karena dapat mengganggu aktivitas Anda.
3. Sakit Kepala Cluster
Sakit kepala cluster sering dikatakan sebagai salah satu sakit kepala yang paling menyakitkan. Gejalanya berupa rasa sakit yang menyiksa di satu sisi kepala atau mata. Itu bisa berlangsung dari berminggu-minggu hingga berbulan-bulan, dengan periode remisi tanpa rasa sakit sama sekali. Setiap episode sakit kepala cluster biasanya berlangsung sekitar 15 - 30 menit.
Meski menyakitkan, namun menurut penelitian, sakit kepala cluster adalah kondisi yang tidak mengancam jiwa.
4. Sakit Kepala Sinus
Mengidentifikasi sakit kepala sinus cukup mudah. Sakit kepala sinus adalah jenis sakit kepala yang disebabkan oleh alergi yang membuat lendir menumpuk dan menyumbat saluran yang mengalirkannya. Selain itu, sakit kepala sinus juga bisa dikaitkan dengan migrain.
Saat mengalami sakit kepala sinus, Anda biasanya dapat merasakan tekanan pada dahi, mata, tulang pipi, dan jembatan T antara dahi dan hidung.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
Terkini
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?