Suara.com - Selain menjadi hari raya umat muslim untuk bermaaf-maafan, Idulfitri juga menjadi tanda berakhirnya bulan Ramadan yang mewajibkan berpuasa.
Dengan begitu, tak heran di hari kemenangan tersebut banyak perayaan termasuk pesta makanan.
Sayangnya, perayaan makan-makan yang biasanya diisi dengan makanan berat berlemak ini bisa memicu masalah untuk kesehatan, termasuk kadar gula darah Anda. Oleh karena itu melansir dari Diabetesqld, berikut beberapa tips menjaga kadar gula selama hari raya, antara lain:
1. Kontrol Porsi
Menjaga porsi makan akan membantu mencegah makan berlebihan. Usahakan untuk tidak menumpuk makanan di piring sebagai ajang balas dendam setelah berpuasa sebulan penuh.
2. Kendalikan Asupan Manis
Cobalah untuk konsumsi beberapa kurma kering yaitu buah kering sebelum Anda mulai konsumsi makanan manis lainnya. Ini akan membantu Anda memuaskan rasa manis Anda agar tak makan kue manis berlebihan.
3. Segera Tinggalkan Meja Makan Usai Makan
Setelah Anda menikmati bagian kelezatan Idulfitri, tinggalkan meja makan sesegera mungkin setelah Anda selesai makan. Hal ini bisa membuat Anda tidak tergoda untuk mencoba lebih banyak makanan manis yang dapat ditampung oleh kadar glukosa darah atau perut Anda.
Baca Juga: Link Live Streaming Sidang Isbat Idul Fitri 1442 Hijriah Sore Ini
4. Banyak Gerak
Berjalan-jalan di sekitar blok secara positif dapat memengaruhi suasana hati Anda dan membantu mengelola nafsu makan. Olahraga melepaskan hormon baik yang dapat membuat Anda merasa segar kembali dan menjaga diabetes Anda tetap terkendali.
Olah raga meningkatkan pengambilan glukosa oleh otot dan sensitivitas insulin tubuh, sehingga insulin memiliki efek yang lebih besar dalam menurunkan BGL baik selama maupun setelah olah raga.
5. Banyak Minum
Minum air putih penting untuk mencegah dehidrasi setelah puasa berkepanjangan. Ini sangat penting setelah makan yang manis karena ginjal akan menggunakan air untuk mengeluarkan gula dari sistem. Usahakan minum satu cangkir air setiap jam.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia