Suara.com - Populer sebagai minuman pelepas dahaga, air kelapa juga kerap disajikan saat ada acara perjamuan. Meski punya rasa yang enak dan menyegarkan, bolehkah air kelapa diminum setiap hari?
Terkait hal ini, dr. Zaidul Akbar dalam akun youtube officialnya menjelaskan bahwa tidak masalah jika air kelapa diminum setiap hari, sebab memiliki sifat yang dingin.
"Berapa dosisnya saya nggak tahu ya, tapi kalau minum setiap hari dalam satu buah itu nggak masalah. Karena air kelapa itu sifatnya dingin, jadi bisa menurunkan panas dan hipertensi," ungkapnya lewat akun YouTube dr. Zaidul Akbar Official.
Ia mengakatan, ada juga orang yang mengkonsumsi air kelapa bisa membuat kepala kliyengan. Simak videonya di tautan ini.
"Ada orang yang habis minum air kelapa kliyengan. Juga ada yang merasakan lemas segala macam, itu bisa diatasi dengan ditambahkan garam sedikit," paparnya.
Namun jika tubuh dalam keadaan sehat, disarankan untuk berhenti sementara mengonsumsi air kelapa.
Ia juga tidak menyarankan untuk mengonsumsi kelapa bakar, yang menurutnya bisa merusak enzim tubuh.
"Kalau badan sudah mulai sehat dan fit, stop dulu dan minum yang lain. Mau itu kelapa ijo, kelapa muda, asal jangan kelapa bakar. Kenapa tidak saya sarankan, karena di dalam kelapa itu ada asam amino, yang dimasukkan ke dalam gentong dan itu merusak enzim," paparnya.
Air kelapa dikatakannya bisa menjadi minuman yang bagus untuk menjaga kesehatan, salah satunya air kelapa tua.
Baca Juga: Bioplastik dari Limbah Air Kelapa Karya Peneliti Perempuan Indonesia
Ia menambahkan, jika minum kelapa tidak perlu diminum semua. Setengah dari air kelapa sudah cukup.
"Jadi buat Bapak dan Ibu, air kelapa tua itu bisa jadi minuman yang bagus buat kesehatan. Jadi kalau beli santan jangan beli yang kemasan. Beli di pasar dan minta air kelapanya," ungkapnya.
Berita Terkait
-
Berkah Ramadan di Masjid Agung Sunda Kelapa: Cerita Pedagang Gorengan Mengais Rezeki Demi Mudik
-
Menjelang Berbuka, Warga Ramai Berburu Takjil di Masjid Agung Sunda Kelapa Menteng
-
Nostalgia Perubahan Wajah Mal Kelapa Gading dan La Piazza dari Masa ke Masa
-
Dari Santan hingga Nata de Coco, Produk Turunan Kelapa Kian Digemari Dapur Indonesia
-
Nostalgia Moiland: Mengenang Era "Dufan Mini" di Mall of Indonesia
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang
-
Cuma Pakai Dua Jari, Dokter Ungkap Cara Deteksi Sakit Jantung dari Raba Nadi