Suara.com - Dokter di India kini melaporkan kasus infeksi langka yang disebut Jamur Hitam pada orang yang sembuh dari Covid-19. Infeksi jamur semakin terlihat pada pasien yang rentan di India.
Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), infeksi jamur hitam ini disebut mucormycosis dan disebabkan oleh sekelompok jamur yang disebut mucormycetes. Kondisi ini biasanya hidup di tanah dan bahan organik yang membusuk.
Melansir dari Healthline, infeksi ini dapat mengancam nyawa dan memiliki angka kematian antara 46 hingga 96 persen tergantung pada tingkat keparahannya.
“Mucormycosis adalah infeksi oportunistik jamur langka, invasif yang menyebabkan penyakit serius, terkadang fatal,” kata Dr. K.C. Rondello, ahli epidemiologi dan penasihat khusus untuk Kantor Kesehatan dan Kebugaran Universitas di Universitas Adelphi.
Dia menjelaskan bahwa mereka yang paling berisiko mengalami mukormikosis adalah yang telah membahayakan sistem kekebalan sehingga rentan terhadap infeksi jamur dan infeksi oportunistik lainnya.
“Ini termasuk individu yang sedang berjuang atau baru saja pulih dari penyakit Covid-19,” kata Rondello.
"Bulan terakhir ini, bagaimanapun,puluhan ribu kasus telah dilaporkan," kata Dr. Bhakti Hansoti, profesor di departemen pengobatan darurat dan kesehatan internasional di Sekolah Kesehatan Masyarakat Johns Hopkins Bloomberg, mengatakan kepada USA hari ini.
Mucormycosis dapat mempengaruhi berbagai bagian tubuh, menunjukkan rangkaian gejala yang berbeda. Jika infeksi tumbuh di sinus dan otak (rhinocerebral mucormycosis), gejalanya meliputi demam, pembengkakan pada satu sisi wajah, sakit kepala, dan hidung tersumbat atau sinus.
Jika paru-paru Anda terkena jamur ini, Anda bisa mengalami batuk, nyeri dada, dan sesak napas. Kemudian saat mukormikosis menyerang sistem pencernaan, Anda mungkin mengalami sakit perut, mual dan muntah serta pendarahan gastrointestinal.
Baca Juga: Hari Ketiga Lebaran, 2.385 Orang Terkonfirmasi Positif Covid-19
“Ini adalah jamur lingkungan yang setelah menginfeksi Anda, sangat tidak sehat dan memiliki tingkat kematian yang tinggi,” kata Dr. Eric Cioe-Peña, direktur Kesehatan Global di Northwell Health di New York.
“Karena infeksinya sangat jarang, angka kematian pastinya tidak jelas. Tetapi para peneliti memperkirakan bahwa secara keseluruhan, 54 persen orang dengan mukormikosis meninggal," imbuhnya.
Dia menambahkan bahwa orang dengan Covid-19 secara teoritis dapat berisiko lebih tinggi karena reaksi kekebalan atau peradangan secara lokal di saluran sinus. Cioe-Peña memastikan bahwa jamur itu biasanya tidak menular.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Xiaomi RAM 8 GB Termurah di Februari 2026, Fitur Komplet Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- Baru! Viva Moisturizer Gel Hadir dengan Tekstur Ringan dan Harga Rp30 Ribuan
- 6 Tablet Murah dengan Kamera Jernih, Ideal untuk Rapat dan Kelas Online
Pilihan
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
-
Kabar Duka: Mantan Pemain Timnas Indonesia Elly Idris Meninggal Dunia
-
Cibinong Mencekam! Angin Kencang Hantam Stadion Pakansari Hingga Atap Rusak Parah
-
Detik-Detik Mengerikan! Pengunjung Nekat Bakar Toko Emas di Makassar
-
Lika-liku Reaktivasi PBI JK di Jogja, Antre dari Pagi hingga Tutup Lapak Jualan demi Obat Stroke
Terkini
-
Self-Care Berkelas: Indonesia Punya Layanan Kesehatan Kelas Dunia yang Nyaman dan Personal
-
Lupakan Diet Ketat: Ini 6 Pilar Nutrisi Masa Depan yang Bikin Sehat Fisik dan Mental di 2026
-
Waspadai Jantung dan Stroke Tak Bergejala, Teknologi Presisi Jadi Kunci Penanganan Cepat
-
Waspadai Jantung dan Stroke Tak Bergejala, Teknologi Presisi Jadi Kunci Penanganan Cepat
-
Rahasia Puasa Tetap Kenyang Lebih Lama Tanpa Loyo, Ini Pendamping Sahur yang Tepat
-
Lantai Licin di Rumah, Ancaman Diam-Diam bagi Keselamatan Anak
-
Zero-Fluoroscopy, Solusi Minim Risiko Tangani Penyakit Jantung Bawaan Anak hingga Dewasa
-
Olahraga Saat Puasa? Ini Panduan Lengkap dari Ahli untuk Tetap Bugar Tanpa Mengganggu Ibadah
-
Google dan Meta Dituntut Karena Desain Aplikasi Bikin Anak Kecanduan
-
Bergerak dengan Benar, Kunci Hidup Lebih Berkualitas