Suara.com - Olahraga memang menyehatkan, tapi olahraga juga harus memperhatikan durasi dan frekuensi. Tidak disarankan berolahraga dalam satu waktu, dengan durasi yang sangat lama, dan intensitasnya tinggi. Karena berisiko fatal.
Perilaku olahraga yang seperti ini juga dikenal sebagai konsep Weekend Warrior, apa itu?
Weekend Warrior adalah perilaku berolahraga yang hanya dilakukan di akhir pekan atau saat hari libur saja, selebihnya ia tidak berolahraga di hari biasa.
Mirisnya perilaku ini dibarengi dengan melakukan olahraga hingga berjam-jam di satu hari libur tersebut.
Padahal menurut Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO mengatakan, olahraga idealnya dilakukan selama 150 menit dalam waktu seminggu, dan dilakukan dengan intensitas sedang.
WHO tidak merekomendasikan 150 menit olahraga ini dilakukan di satu waktu sekaligus karena berbahaya. Adapun yang disarankan, 150 menit ini dibagi dalam beberapa hari, misalnya olahraga dilakukan 30 hingga 40 menit selama 4 hingga 5 hari dalam seminggu.
Selain tidak direkomendasikan WHO, perilaku Weekend Warrior ini menurut Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dari Heatology Cardiovascular Center, dr. BRM Ario Soeryo Kuncoro, Sp.JP(K) bisa membahayakan organ jantung.
"Itu di weekend aja itu diforsir dan dimaksimalkan, malah membahayakan. Banyak dari mereka yang mengalami serangan jantung," terang dr. Ario dalam diskusi virtual beberapa waktu lalu.
Menurut dr. Ario, risiko serangan jantung pada perilaku weekend warrior ini terjadi karena jantung tidak terbiasa berolaharaga, lalu kaget karena tiba-tiba harus bekerja keras di satu waktu.
Baca Juga: Walau Tinggi Kolesterol, Makan Telur Setiap Hari Ternyata Aman, Lho!
"Jantung kita tidak terlatih dan dipaksa mendapat beban yang sangat berat, jadi problem serangan jantung bahkan stroke dan gangguan irama," pungkas dr. Ario.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status "Cucu Nabi" Demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
Terkini
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia
-
Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?
-
Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai
-
Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien
-
Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi
-
Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan
-
Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!