Suara.com - Anda pasti sudah tahu bahwa makanan yang kita konsumsi akan berpengaruh pada kesehatan tubuh. Karena itu, Anda perlu menjaga pola makan dan memilih makanan yang baik untuk menjaga kesehatan tubuh.
Sayangnya, banyak orang kurang paham bahwa tidak semua makanan sehat bisa dikombinasikan atau dikonsumsi bersamaan. Kombinasi bahan makanan yang salah bisa merusak kesehatan tubuh Anda.
Berikut ini dilansir dari Bright Side, 5 pasang bahan makanan sehat yang harusnya tidak dikombinasikan atau dikonsumsi bersamaan.
1. Kakao dan susu
Kakao kaya akan asam oksalat yang menghambat penyerapan kalsium. Bila Anda mengombinasikan kakao dengan susu sebagai sumber kalsium, asam ini berkontribuksi pada pembentukan kristal oksalat.
Hal ini bisa berdampak buruk bagi ginjal Anda, jika jumlahnya berlebihan. Bila Anda minum satu cangkir susu dan kakos panas dalam seminggu mungkin tidak langsung berdampak buruk pada kesehatan. Tapi, berhati-hatilah bila Anda memiliki masalah ginjal.
2. Roti gandum dan selai
Tepung terigu olahan yang dikombinasikan dengan permen akan menjadi karbohidrat dosis ganda yang bisa menyebabkan lonjakan glukosa sangat cepat. Konsumsi makanan ini bisa memberi dorongan energi dalam waktu singkat, tetapi juga akan menyebabkan Anda lebih cepat lelah dan memiliki suasana hati buruk.
Konsumsi roti gandum dan selai juga akan berdampak buruk pada kesehatan usus. Karena itu, Anda tidak disarankan makan roti gandum dengan selai dalam kondisi perut kosong.
Baca Juga: Virus Corona Covid-19 Bisa Picu Gejala Ringan dan Parah, Ini Bedanya!
3. Pizza dan minuman soda
Kebanyakan orang biasanya mengonsumsi junk food dengan minuman bersoda, seperti pizza dengan minuman bersoda. Kombinasi karbohidrat, protein dan pati akan memakan banyak energi tubuh.
Apalagi, gula dalam soda juga akan memperlambat proses perut mencerna makanan yang masuk. Hal ini akan menyebabkan perut terasa penuh dan kembung.
Selain itu, gula tidak bisa masuk ke usus karena perut terasa kenyang. Kombinasi makanan dan minuman ini hanya akan menyebabkan masalah perut bila terlalu sering dikonsumsi.
4. Sereal dan jus jeruk
Konsumsi sereal dan jus jeruk di pagi hari mungkin menu sehat yang lezat. Tapi, kombinasi makanan dan minuman ini tidak akan memberi Anda dorongan energi dan hanya akan menyebabkan ketidaknyamanan serta rasa penuh di perut.
Asam dalam jus jeruk akan menurunkan aktivitas enzim yang bertanggung jawab memecah karbohidrat secara drastis. Bahkan Anda juga tidak disarankan mengombinasikan biji-bijian dengan buah atau beri asam lainnya.
5. Saus salad dan lemon atau cuka
Anda memang bisa menemukan banyak vitamin dan nutrisi berharga dari mengonsumsi sayuran. Tapi, sayuran juga membutuhkan lemak untuk penyerapan yang tepat.
Bila Anda makan salad dengan campuran lemon atau cuka, ini akan menghilangkan banyak elemen makanan sehat untuk diri sendiri. Jika Anda tidak suka minyak nabati, cobalah tambahakan makanan berlemak tinggi lainnya ke salad, yakni Alpukat, zaitun atau kacang-kacang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
Terkini
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang
-
Cuma Pakai Dua Jari, Dokter Ungkap Cara Deteksi Sakit Jantung dari Raba Nadi
-
Bukan Cuma Blokir, Ini Kunci Orang Tua Lindungi Anak di Ruang Digital