Suara.com - Selebriti Nikita Mirzani saat ini masih dirawat di Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI), Jakarta, setelah pingsan di lokasi syuting pada Kamis (27/5/2021). Setelah endoskopi, wanita 35 tahun ini didiagnosis dengan luka di saluran pencernaannya.
"Tadi sudah dilakukan endoskopi ternyata ada luka sama ada gangguan pencernaan. Karena dia juga maag," ungkap sahabat Nikita, Fitri Salhuteru, dikutip dari KH Entertainment, Sabtu (29/5/2021).
Fitri juga menjelaskan bahwa Nikita sudah lama menderita maag. Menurutnya, penyebab sakit Nikita kali ini adalah pola makan yang tidak teratur serta makan makanan pedas.
"Aku berpikir sakit perut biasa, karena dia kan makannya aja suka gak teratur, terus makan pedas... Aku sering ngingetin kan, istirahat yang cukup, makan, minum vitamin," sambungnya.
Menurut Alodokter, maag atau gastritis terjadi saat dinding lambung mengalami peradangan. Penyakit ini dapat bersifat kronis (dapat kambuh) dan akut (bersifat sementara) yang dapat sembuh dengan sendirinya.
Ada berbagai macam penyebab maag, salah satunya jenis makanan yang dikonsumsi penderita, seperti:
- Makanan tinggi lemak jenus, seperti gorengan atau margarin
- Makanan pedas
- Makanan olahan atau instan
- Buah-buahan asam
- Minuman tinggi kafein
- Cokelat
Makanan dan minuman tersebut memang dapat membuat maag kambuh. Tetapi tidak semua orang akan mengalaminya.
Makan pedas menyebabkan maag kambuh
Makanan pedas sering dianggap sebagai penyebab maag karena dapat membuat sakit perut. Ini disebabkan oleh kandungan capsaicin di dalam makanan pedas.
Baca Juga: Viral Tukang Parkir Pekanbaru Meninggal Terduduk, Ditemukan Obat Maag
Capsaicin dapat memicu reaksi iritasi pada dinding lambung, sehingga muncul sensasi serupa dengan gejala maag ketika seseorang mengonsumsi makanan pedas.
Sebenarnya, mengonsumsi makanan pedas secara tidak berlebihan masih dianggap aman untuk lambung, Tetapi jika sering mengalami kekambuhan, lebih baik menghindari makanan ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia
-
Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?
-
Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai
-
Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien
-
Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi
-
Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan
-
Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!