Suara.com - Mengonsumsi makanan tinggi gula bisa meningkatkan risiko berat badan berlebih dan obesitas, yang bisa memicu berbagai penyakit seperti diabetes atau kondisi tingginya kadar gula dalam darah.
Sayangnya, jika tidak melakukan pemeriksaan kesehatan, sangat sedikit orang yang sadar jika tubuhnya sudah kelebihan gula hingga akhirnya diabetes bisa benar-benar menyerang.
Padahal tubuh sudah beri beberapa tanda yang bisa jadi 'alarm' agar lebih waspasa, jika asupan gula sudah berlebih, sebagaimana diwartakan Insider, Sabtu (29/5/2021).
1. Berat badan bertambah tapi terus lapar
Makanan mengandung gula olahan memang bisa menggugah selera, tapi ini bukan sumber nutrisi yang baik untuk tubuh, karena bisa meningkatkan berat badan pada orang dewasa maupun anak-anak.
Nah, mirisnya jika sudah kelebihan gula dan berat badan bertambah tapi rasa lapar tidak kunjung hilang, bahkan rasa lapar semakin menjadi.
Ini karena gula membanjiri otak dengan dopamin atau hormon kebahagiaan, yang akhirnya membuat tubuh tidak bisa memberikan sinyal ke otak, jika Anda sudah merasa kenyang.
2. Selalu murung dan mudah tersinggung
Makanan ringan tinggi gula seperti biskuit, permen, dan aneka camilam manis bisa membuat penikmatnya kerap lesu dan murung.
Baca Juga: Sering Tidak Disadari, Ini 4 Tanda Asupan Gula di Tubuh Sudah Tinggi
Ini karena makanan tinggi gula tanpa protein dan lemak akan menyebabkan gula darah naik drastis, yang akhirnya menurunkan energi sehingga mudah lelah dan lebih cepat tersinggung.
3. Timbul jerawat di sekitar mulut dan dagu
Berdasarkan penelitian yang di publikasi di JAMA Dermatology menemukan jika mengonsumsi makanan manis dikaitkan dengan jerawat pada orang dewasa.
Ini karena makanan tinggi gula bisa menyebabkan resistensi insulin, atau tubuh tidak bisa mengolah gula dalam darah menjadi energi.
Hasilnya hormon androgen meningkat, yang memicu peradangan hormonal seperti timbulnya jerawat di sekitar mulut dan garis rahang pada wajah.
4. Sistem pencernaan bermasalah
Meski bisa disebabkan hal lain, tapi makanan tinggi gula bisa menurunkan keragaman mikrobiota usus selama seminggu, sebagaimana penelitian yang dilakukan pada tikus.
Saat tikus diberikan banyak larutan manis, ini tidak hanya mengurangi jumlah bakteri baik di usus, tapi juga menambah jumlah bakteri jahat.
Gimana, sudah merasakan salah satu tanda?
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
Pilihan
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
Terkini
-
Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma
-
Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini
-
Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga
-
Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung
-
World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak
-
Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?