Suara.com - Infeksi Covid-19 bukan satu-satunya masalah kesehatan yang tengah terjadi di DKI Jakarta. Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widiastuti mengatakan bahwa saat ini ibukota bahkan mengalami tiga masalah kesehatan sekaligus.
"DKI Jakarta saat ini mengalami triple burden of deases. Di mana penyakit menular belum tuntas seperti penyakit tuberkolosis, HIV, dan diare, tetapi penyakit tidak menular saat ini pun menjadi dominan. Bahkan penyakit tidak menular jadi penyebab utama kematian di DKI Jakarta," kata Widiastuti dalam webinar bersama Young of Programme, Senin (31/5/2021).
"Belum selesai dengan penyakit menular dan penyakit tidak menular, juga ada ancaman penyakit baru Covid-19 yang sudah bersama kita selama satu setengah tahun ini," tambah Widiastuti.
Menurutnya, pada 10-15 tahun lalu, penyakit tidak menular mungkin dianggap hanya bisa terjadi pada masyarakat dengan kelas ekonomi menengah ke atas. Akan tetapi saat ini prevalensi pasien penyakit tidak menular juga telah lebih luas.
"Kalau kita lihat data epidemiologi di DKI Jakarta, penyakit tidak menular terjadi pada seluruh tingkat ekonomi masyarakat baik menengah atas, tetapi juga banyak sekali pada masyarakat menengah ke bawah," ucapnya.
Dilihat dari kategori usia, sebelumnya penyakit tidak menular seperti serangan jantung, kanker, juga hipertensi lebih diangga sebagai penyakit orang tua. Lantaran diasumsikan kebanyakan orang mengalami sakit tersebut pada usia 60 atau 70 tahun.
Akan tetapi, bukti dari data menunjukan bahwa kelompok usia 30-an tahun di DKI Jakarta sudah mulai terdiagnosis penyakit tersebut.
"Terlihat kasus-kasus penyakit darah tinggi, kencing manis, juga kanker dan terjadinya stroke bahkan serangan jantung. Akibatnya tentu secara besaran ini akan mengganggu produktivitas masyarakat, butuh biaya pengobatan yang besar, dan jadi beban terhadap upaya peningkatan kualitas kesejahteraan masyarakat terutama bidang kesehatan," ucap Widiastuti.
Baca Juga: Waspada, Terlalu Sering Menonton TV Punya Dampak Buruk Jangka Panjang!
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
-
QRIS Jadi 'Alat Bantu' Judi Online: Mengapa Sistem Pembayaran BI Ini Rentan Disalahgunakan?
Terkini
-
Apa Beda Super Flu dengan Flu Biasa? Penyakitnya Sudah Ada di Indonesia
-
5 Obat Sakit Lutut Terbaik untuk Usia di Atas 50 Tahun, Harga Mulai Rp 13 Ribu
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026
-
Ancaman Kuman dari Botol Susu dan Peralatan Makan Bayi yang Sering Diabaikan
-
Terlalu Sibuk Kerja Hingga Lupa Kesehatan? Ini Isu 'Tak Terlihat' Pria Produktif yang Berbahaya