Suara.com - Untuk pertama kalinya, ilmuwan dapat menciptakan ASI di laboratorium. Produk ini dinamai Biomilq dan dinilai mengandung nutrisi yang sama dengan ASI aslinya, seperti ratusan protein, karbohidrat kompleks, asam lemak, serta lipid yang berlimpah.
Perusahaan yang menciptakan Biomilq ini mengatakan produknya lebih dari sekedar kumpulan komponen ASI.
Pengembangan ASI laboratorium pada 2019
Biomilq lahir dari pengalaman rasa sakit pribadi penciptanya, yakni Strickland, seorang ahli biologi sel yang kesulitan menstimulasi ASI ketika putranya lahir lebih awal.
Lelah dengan stigma negatif yang diterimanya, ia akhirnya menumbuhkan sel-sel payudara di laboratorium pada 2013. Tetapi baru pada 2019, ia bermitra dengan ilmuwan makanan Michelle Egger untuk meluncurkan startup Biomilq.
Pada Februari 2020, mereka berdua mengumumkan bahwa sel-sel payudara yang mereka tumbuhkan di laboratorium membuat dua komponen utama ASI, yakni laktosa dan kasein.
Selanjutnya pada Juni 2020, mereka mengumumkan telah mendapat 3,5 juta USD (Rp49 miliar) dari investor.
Egger mengatakan kepada Insider bahwa timnya berharap untuk meluncurkan produk ASI mereka dalam waktu tiga tahun ke depan.
Hal itu dilakukan setelah mereka belajar lebih banyak tentang bagaimana sel-sel terbaik berkembang di luar tubuh, memeriksa semua kotak pengaman, dan mendapat persetujuan dari regulator.
Baca Juga: Pamit ke Suami Beli Susu Anak, IRT Tewas Dimutilasi dan Dibakar
"Biolimq akan terlihat mirip dengan susu," ujar Egger.
Timnya saat ini sedang menyusun strategi bagaimana mengurangi biaya sehingga produk tidak akan jauh lebih mahal dari susu formula.
Meski begitu, Egger mengklaim produk mereka tidak identik dengan ASI, seperti berubah sesuai kebutuhan bayi tertentu, menawarkan perlindungan yang sama untuk sistem kekebalan bayi, atau mencerminkan pola makan sang ibu.
"Kami tidak berniat mengganti ASI. Sebaliknya, kami bermaksud menawarkan kepada orang tua pilihan makanan tambahan lainnya untuk memberi makan bayi yang lebih sehat, memberdayakan orang tua melalui pilihan, dan berkontribusi pada planet yang lebih sehat," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
Terkini
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan
-
Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak
-
Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan
-
Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari
-
Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit
-
Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya
-
Solusi Membasmi Polusi Kekinian ala Panasonic
-
Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan
-
Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD
-
17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi