Health / Women
Minggu, 06 Juni 2021 | 12:05 WIB
Alat tes antibodi Covid-19 (YouTube/Robert Kruse)

Suara.com - Topik virus Corona Covid-19 hingga kini masih menduduki posisi teratas, karena masyarakat menganggap penting untuk selalui mengikuti perkembangannya, mulai dari virusnya yang terus bermutasi,, perkembangan vaksin, temuan terkini hingga inovasi yang dilakukan oleh para ilmuwan atau peneliti. 

Salah satu yang berhasil menarik perhatian banyak pembaca adalah peneliti yang membuat alat tes antibodi vaksin Covid-19. Di luar tema Corona,  ada pula berita yang mengulas cara meredakan nyeri di tangan tanpa obat. 

Ingin tahu selengkapnya? Berikut lima terpopuler berita kesehatan yang dirangkum Suara.com, Minggu (6/6/2021). 

1. Peneliti Bikin Alat Tes Antibodi Vaksin Covid-19, Hasilnya Keluar Kurang dari 5 Menit

Alat tes antibodi Covid-19 (YouTube/Robert Kruse)

Sekelompok peneliti Johns Hopkins telah mengembangkan tes darah cepat yang dapat memastikan apakah seseorang telah divaksinasi Covid-19 atau belum.

Tes antibodi Covid-19 ini mirip dengan alat tes penentu golongan darah, di mana pengguna akan meneteskan darah mereka ke kartu.

Baca selengkapnya

2. Long COVID Mengancam Penyintas, Dokter Paru Minta Masyarakat Waspadai Gejala Ini

Ilustrasi Covid-19. (Andrea Piacquadio/Pexels)

Long COVID menjadi ancaman baru di tengah pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia.

Baca Juga: Gangguan Pendengaran di Masa Tua Bisa Dicegah sejak Masih Muda, Ini Penjelasannya

Untuk itu, Perhimpunan Dokter Paru Indonesia meminta masyarakat untuk mewaspadai gejala Long Covid yang bisa saja menyerang pasien maupun penyintas meski telah dinyatakan negatif.

Baca selengkapnya

3. Profesor di London Sebut Varian Virus Corona India 100 Persen Lebih Mudah Menular

Ilustrasi virus corona covid-19. (Pexels/@Anna Nandhu Kumar)

Seorang profesor mengeluarkan peringatan keras bahwa varian virus corona India bisa 100 persen lebih menular daripada strain virus corona Covid-19 di Inggris.

Profesor Neil Ferguson, dari Imperial College London, mengatakan bahwa tim penelitinya telah menemukan banyak data. Sayangnya, data tersebut bukanlah kabar positif dari varian virus corona yang disebut sebagai varian Delta.

Baca selengkapnya

Load More