Suara.com - Belum lama ini masyarakat dihebohkan dengan kontroversi proses produksi sinetron Zahra, yang mempekerjakan gadis berusia 14 tahun untuk berperan sebagai istri ketiga dan melakoni alur cerita dilema ala orang dewasa.
Menanggapi hal tersebut, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Bintang Puspayoga mengatakan, kasus Sinetron Zahra bisa menjadi bahan evaluasi sekaligus pembelajaran bagi rumah produksi di Indonesia.
Rumah produksi diharapkan dapat menghasilkan konten atau penyiaran yang mendidik, bermanfaat, sekaligus memberi perlindungan pada anak.
"Konten apa pun yang ditayangkan oleh media penyiaran, jangan dilihat dari sisi hiburannya semata. Tetapi juga perlu mengandung informasi yang mendidik dan bermanfaat bagi masyarakat," ungkap Menteri Bintang lewat keterangan rilis yang diterima Suara.com, Sabtu (5/6/2021) kemarin.
Kata Menteri Bintang, pemerintah tengah berjuang keras dalam mencegah pernikahan usia anak, sehingga setiap media yang memproduksi konten yang melibatkan anak, harus mengikuti prinsip pedoman perlindungan anak.
Ia juga menyebutkan agar produksi dari suatu konten media, harus memenuhi aspek perlindungan terhadap anak dan juga perempuan.
Tidak hanya itu, orang tua pemeran juga diminta lebih bijaksana dalam memilih peran yang tepat dan selektif, sebelum menyetujui peran yang akan dimainkan oleh anaknya.
"Saya meminta orangtua sebelum menandatangani kontrak, untuk betul-betul mempelajarai skenario yang akan diperankan oleh anaknya. Apakah ada unsur pelanggaran hak anak dan perempuan atau tidak," ungkapnya.
Bukan hanya konten, Menteri Bintang juga meminta rumah produksi dan stasiun televisi selalu mempertimbangkan keamanan dan masa depan anak pada proses pembuatannya.
Baca Juga: KPI Resmi Hentikan Tayangan Sinetron Zahra
"Saya juga mengapresiasi dan mendukung sikap kritis masyarakat untuk terus mendukung pemenuhan hak anak di Indonesia. Dan saya juga apresiasi kepada KPAI atas langkah cepatnya atas isu tersebut," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh
-
Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya
-
Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?
-
Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat
-
Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik
-
Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien
-
Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik