Suara.com - Pandemi Covod-19 rentan membuat orangtua stres dibandingkan sebelumnya. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) menyebut bahwa tindak kekerasan kepada anak dari orangtua meningkat selama Pandemi Covid-19. Data pelaporan pada Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (SIMPONI PPA) hingga 3 Juni 2021 terdapat 3.122 kasus kekerasan terhadap anak.
Deputi Perlindungan Khusus Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Nahar mengatakan bahwa kondisi pandemi memang meningkatkan stres orangtua yang tak jarang justru dilampiaskan kepada anak.
"Orangtua harus mengurangi kekerasan terhadap anak. Ini dari beberapa kejadian, contoh kejadian di Tangerang yang berakibat meninggal anak dengan baju lengkap ini memang tingkat stres masa pandemi di tingkat keluarga juga signifikan," kata Nahar dalam Media Talk KemenPPPA secara virtual beberapa hari lalu.
Ia mengingatkan bahwa KemenPPPA memiliki layanan Sehat Jiwa bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan. Layanan itu juga mencatatkan bahwa angka orang dengan tekanan psikis selama masa pandemi meningkat secara signifikan.
Nahar mengatakan, orangtua yang menghadapi masalah dalam keluarga atau stres akibat pandemi, sebaiknya memanfaatkan layanan tersebut daripada melampiaskannya dengan menyakiti anak.
"Jadi ini terpengaruh juga terkait dengan bagaimana mengasuh, bagaimana berinteraksi di dalam rumah, lalu juga beberapa yang tidak bisa dihindari, marah, rebutan gadget kemudian persoalan lain. Jadi tipsnya tentu kita tidak merasa bosan untuk mensosialisasikan tentang pentingnya pengasuhan yang layak," ucapnya.
"Lalu juga membuka saluran yang bisa ditanya ketika ada persoalan yang terkait dengan masalah keluarga di rumah yang mengarah kepada kemungkinan terjadi kekerasan anak dan perempuan di rumah," imbuh Nahar.
Layanan Sehat Jiwa tersebut bisa diakses melalui telepon dengan nomor 129 atau juga 119 ext 8. Menurut Nahar, jika orang dewasa menghadapi jalan buntu dalam menghadapi masalah dalam keluarga, tak ada salahnya mencari bantuan dan pendampingan.
"Kami tindak lanjuti dengan layanan konsultasi terdekat. Jadi strategi dan tips orangtua untuk mengurangi tindak kekerasan, diberikan pemahaman bagaimana mengasuh anak dengan baik dan menghindari tindakan yang mengarah pada kekerasan anak. Karena jika diberikan edukasi bahwa melakukan kekerasan terhadap anak bisa berbuntut panjang," pungkasnya.
Baca Juga: Orangtua, Begini Cara Memahami Emosi Anak
Berita Terkait
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status "Cucu Nabi" Demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
Terkini
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia
-
Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?
-
Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai
-
Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien
-
Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi
-
Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan
-
Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!