Suara.com - Seiring bertambahnya usia, tubuh akan mengalami banyak perubahan. Hal itu karena hormon dan tingkat stres berdampak serius pada sistem internal tubuh, terutama penampilan fisik yang terlihat semua orang.
Bagi wanita, mereka akan mengalami banyak perubahan karena permulaan fase perimenopause yang membuatnya rentan terhadap penyakit, seperti penyakit jantung, kanker payudara dan osteoporosis.
Karena itu, pemeriksaan kesehatan teratur bisa mengurangi risiko infeksi berat dan mendeteksi penyakit sejak dini. Dengan begitu, beberapa penyakit yang rentan menyerang wanita usia 40 tahun bisa dicegah agar tidak berkembang menjadi penyakit serius yang mengancam jiwa.
Berikut ini dilansir dari Times of India, beberapa pemeriksaan kesehatan yang harus dilakukan wanita menjelang usia 40 tahun.
1. Tekanan darah
Tekanan darah tinggi salah satu kondisi yang rentan dialami wanita paruh baya. Kondisi ini bisa meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke bila tak ditangani. Anda bisa menjaga pola makan dan gaya hidup dengan cara olahraga untuk menurunkannya.
2. Kanker payudara
Pemeriksaan payudara secara teratur sudah dianjurkan untuk wanita dari semua kelompok usia. Karena, kanker payudara dan kanker serviks adalah dua jenis kanker yang umum menyerang wanita dari semua usia.
Jadi, pemeriksaan payudara sendiri di rumah sebanyak 1 kali seminggu bisa membantu mendeteksi kanker payudara sejak dini dan mencegahnya berkembang serius.
Baca Juga: Peneliti China Temukan Virus Corona Baru Mirip Covid-19 pada Kelelawar
Sementara itu, Anda bisa melakukan tes pap smear sekali setahun untuk deteksi kanker serviks dan mammogram untuk memberi perlindungan terhadap dua jenis kanker tersebut.
3. Osteoporosis
Osteoporosis adalah hilangnya kepadatan dan kekuatan tulang seiring bertambahnya usia. Tulang menjadi lebih lemah dan rapuh sehingga meningkatkan risiko cedera atau patah tulang. Osteoporosis lebih sering terjadi pada wanita daripada pria. Pemindaian DEXA dapat membantu mengidentifikasi kepadatan tulang Anda.
4. Kadar gula darah
Orang yang tidak menjaga pola makannya ketika usia 20 hingga 30 tahun akan lebih berisiko menderita diabetes di usia 40 tahun. Beberapa decade, konsumsi makanan yang salah dan penambahan berat badan bisa memberi tekanan pada pankreas.
Kondisi itu bisa meningkatkan kadar gula darah. Tapi, melakukan tes kadar gula darah secara berkali bisa membantu mendeteksi dini dan mencegah diabetes.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
Terkini
-
Implan Gigi Jadi Solusi Modern Atasi Masalah Gigi Hilang, Ini Penjelasan Ahli
-
Apa Beda Super Flu dengan Flu Biasa? Penyakitnya Sudah Ada di Indonesia
-
5 Obat Sakit Lutut Terbaik untuk Usia di Atas 50 Tahun, Harga Mulai Rp 13 Ribu
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026
-
Ancaman Kuman dari Botol Susu dan Peralatan Makan Bayi yang Sering Diabaikan