Suara.com - Seorang wanita menggunakan darah haidnya untuk perawatan wajah. Ia justru mengklaim darah menstruasinya membuat kulitnya lebih lembut dan cerah, sehingga ia mendesak orang lain untuk mencobanya.
Mary Miranda, wanita dari Chicago, AS, mengaku awalnya menggunakan darah menstruasinya untuk karya seni, menari dan menyirami tanaman.
Kemudian, Miranda mulai melakukan praktik perawatan wajah tak biasa ini setelah mengalami menstruasi pertama pada usia 12 tahun dan ia mulai mengalami menstruasi yang tidak teratur serta menyakitkan di awal usia 20 tahunan.
Miranda mengaku awalnya malu dan jijik dengan pendarahan bulanannya, sebelum menemukan perawatan wajah tak biasa menggunakan darah menstruasi.
Siklus menstruasi Miranda disebut tidak teratur, karena terkadang ia hanya menstruasi sebanyak 3 sampai 4 kali setahun yang artinya abnormal.
Bahkan nyeri menstruasi Miranda tetap berlanjut meskipun sudah menggunakan alat kontrasepsi. Pada tahun 2006, akhirnya ia didiagnosis menderita kista ovarium yang membuatnya sering pingsan sebanyak 5 kali karena rasa sakit akibat menstruasi.
Sebelum didiagnosis menderita kista ovarium, ia sempat mengira dirinya menderita masalah pencernaan akibat gas yang terperangkap. Sampai akhirnya, ia didiagnosis kista ovarium dan menjalani salpingo-ooforektomi darurat untuk mengangkat ovarium kanannya.
Selanjutnya, Miranda pun mengonsumsi pil KB untuk mencegah hal serupa terjadi pada ovarium kirinya. Setelah dua tahun berlangsung atau sekitar tahun 2008, ia berhenti minum pil KB karena tidak ingin melakukan perawatan menggunakan hormon sintetis.
Miranda pun kembali mengalami periode menstruasi yang cukup menyiksa. Ia mengalami efek samping parah, seperti muntah, tekanan darah rendah dan berkeringat.
Baca Juga: Kasus Covid-19 di Kaltim Belum Mereda, dalam Sehari 78 Orang Terpapar Virus Corona
Ia sempat periksa ke rumah sakit sebanyak 2 kali. Pada kedatangan kedua, ia menjalani pemindaian ultrasound transvaginal dan dokter menemukan adanya tumor fibroid rahim yang ukurannya kecil serta bersifat non-kanker.
Pada Desember 2017, tumor fibroid itu sudah tumbuh menjadi 3,5 inchi dan ia pun memiliki kista lain di ovarium kirinya. Pada Febuari 2018, Miranda akhirnya menjalani operasi miomektomi untuk mengangkat fibroid rahim dan kista ovariumnya untuk menyelamatkan sistem reproduksinya.
Ia khawatir harus menjalani histerektomi bila masalah ini dibiarkan berlarut-larut tanpa tindakan. Setelah itu, Miranda mulai mengamati bagaimana mengendalikan kesehatan resproduksinya secara holistik karena tak lagi ditawari perawatan seperti sebelumnya.
Pada akhirnya, Miranda mulai menemukan ritual perawatan wajah tak biasa menggunakan darah menstruasinya sebagai wujud tindakan menghargai dan menghormatinya.
Setiap bulan, Miranda melakukan perawatan wajah menggunakan darah menstruasinya yang sudah dibiarkan selama 30 menit. Bahkan, ia juga melukis dan menyiram tanaman menggunakan darah tersebut.
Ia mendorong wanita lain untuk tidak takut dengan periode menstruasi yang menyakitkan. Karena itu, ia memilih untuk mnghargai dan menantikan periode menstruasinya setiap bulannya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
Pilihan
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
Terkini
-
Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?