Suara.com - Kasus pelecehan seksual di tempat umum kembali terjadi. Sebuah video yang memperlihatkan aksi seorang lelaki melakukan pelecehan seksual dengan memamerkan alat kelaminnya ke seorang siswi SMP di Kota Jambi viral di media sosial.
Dalam video yang direkam oleh korban dan beredar di media sosial Instagram, terlihat seorang lelaki sedang menaiki sepeda motor yang diparkir.
Lelaki tersebut kemudian dengan sengaja membuka celananya dan memperlihatkan alat kelaminnya pada seorang siswi SMP yang sedang berdiri di tepi jalan.
Siswi tersebut lantas mengancam untuk melaporkan ke polisi atas aksinya. Pelecehan seksual yang dilakukan oleh lelaki itu bisa masuk dalam kategori eksibionisme.
Dilansir dari Choosing Therapy, gangguan eksibisionistik ditandai dengan gairah seksual melalui mempertunjukkan alat kelamin, biasanya kepada orang asing.
Seringkali eksibisionis memiliki kebutuhan untuk mengejutkan atau mengejutkan penonton yang tidak mau. Kadang-kadang orang yang mengekspos diri mereka mungkin terangsang atau masturbasi selama perilaku eksibisionistik. Untuk memenuhi syarat sebagai gangguan mental, perilaku ini harus membahayakan diri sendiri atau orang lain.
Gangguan eksibisionistik adalah subkategori gangguan parafilik. Parafilia adalah minat seksual yang intens dan terus-menerus pada target atau aktivitas seksual yang tidak biasa. Gangguan parafilia adalah parafilia yang menyebabkan penderitaan yang signifikan, gangguan fungsional dan/atau membahayakan diri sendiri atau orang lain.
Kebanyakan orang yang memiliki minat eksibisionistik atau yang terkena parafilia tidak mengalami tekanan yang signifikan atau menyebabkan bahaya dan oleh karena itu tidak diklasifikasikan sebagai memiliki gangguan mental.
Gangguan eksibisionistik melibatkan gairah seksual yang berulang dan intens dari pemaparan alat kelamin seseorang kepada orang yang tidak menaruh curiga, biasanya orang asing.
Baca Juga: Wajib Waspada, Berikut 3 Lokasi Rawan Terjadi Pelecehan Seksual
Subtipe Gangguan Eksibisionistik ditentukan oleh usia saksi yang tidak setuju kepada siapa eksibisionis lebih suka menunjukkan alat kelamin mereka, apakah pra-remaja, dewasa atau keduanya.
Gairah atau masturbasi dalam hubungannya dengan paparan alat kelamin seseorang dapat terjadi pada beberapa individu dengan Gangguan Eksibisionis.
Umumnya tidak ada upaya lebih lanjut dalam aktivitas seksual dengan saksi yang tidak menyetujui setelah paparan alat kelamin. Dalam sekitar 10 persen kasus yang dilaporkan ke polisi, terjadi eskalasi kontak seksual langsung dan terkadang ada insiden penyerangan seksual atau pemerkosaan.
Tindakan eksibisionistik mungkin diperlukan atau sangat disukai agar gairah seksual terjadi. Semakin eksklusif pusat gairah individu pada tindakan mengekspos alat kelamin seseorang kepada saksi yang tidak menyetujui, semakin besar kemungkinan eksibisionisme akan menyebabkan perilaku ilegal atau tidak pantas terjadi.
Gangguan eksibisionistik diyakini terjadi terutama pada laki-laki, meskipun tindakan eksibisionistik tunggal yang membangkitkan gairah seksual mungkin terjadi hingga setengah lebih sering pada wanita dibandingkan dengan lelaki. Informasi lebih lanjut diperlukan untuk menentukan apakah gangguan eksibisionistik terjadi pada tingkat yang signifikan secara klinis dalam populasi perempuan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh
-
Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya
-
Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?
-
Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat
-
Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik
-
Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien
-
Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik
-
Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda
-
Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini