Suara.com - Di tengah kasus infeksi virus corona Covid-19 Prancis yang sudah menurun tajam, Perdana Menteri Prancis, Jean Castex mengumumkan bahwa negara itu telah melonggarkan aturan wajib masker di luar ruangan.
Pada 9 Juni 2021, Prancis mencapai fase 3 dari rencana pembukaan kembali bar, restoran dan cafe. Mereka juga berencana kembali mengembalikan batas jam malam menjadi pukul 11 malam.
Awalnya, pelonggaran aturan wajib memakai masker dan jam malam ini dijadwalkan pada 30 Juni 2021. Tapi, Direktur Jenderal Kesehatan Jérôme Salomon mengatakan bahwa aturan wajib memakai masker di luar ruangan bisa dicabut mulai 1 Juli 2021.
Sebelumnya dilansir dari The Local, jumlah kasus infeksi virus corona dan pasien yang butuh rawat inap menurun tajam di Prancis untuk pertama kalinya sejak Agustus 2020, ketika tingkat insiden nasional di bawah 50 atau sudah zona hijau.
Kecuali beberapa départements termasuk Pyrenées-Atlantiques, wilayah Paris dan departemen luar negeri Guyane. Tapi, sebagian besar wilayah Prancis sekarang sudah menjadi zona hijau.
Tak hanya itu, jumlah rata-rata kasus virus corona Covid-19 harian juga turun menjadi 3.881, yang artinya penurunannya 40 persen hanya dalam 1 minggu. Jumlah kematian Akibat Covid-19 harian juga turun menjadi 55, yang artinya menurun 17 persen dalam seminggu.
Saat ini, ada 1.952 orang dalam perawatan intensif Akibat virus corona Covid-19, dibandingkan dengan 6.000 pada awal April 2021.
Peluncuran vaksin Covid-19 Prancis pun telah dipercepat dalam beberapa pekan terakhir, dengan lebih dari 550 ribu orang mendapatkan suntikan vaksin hampir setiap harinya.
Sekitar 45 persen orang dewasa telah menerima setidaknya 1 kali suntikan vaksin Covid-19. Sedangkan, lebih dari 23 persen orang telah menerima suntikan vaksin Covid-19 lengkap.
Baca Juga: Waduh! China Tuding Amerika Serikat Bohong Tentang Asal Usul Virus Corona
Pemerintah Prancis pun yakin untuk melonggarkan protokol kesehatan, karena tingkat infeksi virus corona yang rendah dan vaksin Covid-19 yang diberikan dengan kecepatan cukup baik.
Meskipun sekarang ini virus corona varian Delta cukup mengkhawatirkan penyebarannya di Inggris, Prancis masih memiliki jumlah kasus virus corona Covid-19 yang rendah terkait varian tersebut.
Menteri Kesehatan Olivier Véran mengungkapkan bahwa antara 2 persen dan 4 persen kasus virus corona di Prancis terkait dengan varian Delta tersebut. Tapi, ia mengingatkan hal itu juga terjadi beberapa pekan di Inggris.
Pihak berwenang khawatir varian Delta bisa menjadi dominan di Prancis. Tapi, ada alasan yang optimis bahwa paling tidak peluncuran vaksin Covid-19 di Prancis cukup cepat sesuai jadwalnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- Berapa Harga Sepatu Lari Ortuseight Ori? Ini 5 Pilihan Bagus untuk Daily Run
Pilihan
Terkini
-
Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?
-
Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai
-
Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional
-
Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus
-
Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?
-
Memilih Susu Anak Tak Cukup Lihat Kandungan DHA, Orang Tua Perlu Cermati Komposisi Utamanya
-
Pencernaan Sehat Jadi Kunci Anak Aktif, Lahap Makan, dan Tidur Nyenyak
-
Stop Anggap Lemak Itu Jahat! Ini Alasan Mengapa Anak Justru Wajib Mengonsumsinya
-
Etawanesia dan Etawalin: Rekomendasi Susu Kambing Etawa Unggulan, Paling Diminati 2 Tahun Terakhir
-
Jangan Anggap Sepele Payudara Nyeri Saat Menyusui, Mastitis Bisa Berujung Operasi Abses