Suara.com - Vaksinasi covid-19 gotong royong telah dimulai di Indonesia beberapa waktu lalu. Vaksinasi gotong royong ini dilakukan oleh sejumlah perusahaan.
Vaksinasi gotong royong diharapkan bisa bantu percepat tercapainya herd imunity yang ditargetkan sebanyak 181,5 juta populasi.
Ketua Umum KADIN Rosan P. Roeslani mengatakan, hingga saat ini sudah lebih dari 28.400 perusahaan yang mendaftar untuk vaksin gotong royong. Dari puluhan ribu perusahaan itu mendaftarkan hingha 11 juta peserta vaksinasi.
"Kalau kita lihat memang ternyata tidak semua itu adalah perusahaan besar. Kurang lebih hampir 7 ribu justru dari umum di mana pegawainya hanya 3 orang, 5 orang, 10 orang mereka ikut mendaftar. jadi kita surpirse mereka ikut mendaftar," kata Rosan dalam acara vaksin Covid Gotong Royong Danone Indonesia, Kamis (17/6/2021).
Vaksin gotong royong tahap pertama baru dialokasikan 500 ribu dosis. Jumlah itu juga dibagi untuk perusahaan BUMN dan Swasta. Pihak swasta mendapatkan jatah 330 dosis sehingga baru sebagian perusahaan yang sudah mendapat jatah vaksin pada tahap pertama, salah satunya Danone Indonesia.
Rosan mengatakan dalam waktu dekat akan segera didatangkan vaksin batch kedua untuk program gotong royong.
"Kita dapat vaksin ini secara bertahap. Kita kemarin dapat Batch pertama, batch kedua ini baru masuk. Insyaallah untuk batch kedua Danone dapat lagi dari kami," ucapnya.
Sementara itu, VP General Secretary Danone Indonesia Vera Galuh Sugijanto mengatakan, perusahaannya menargetkan 20 ribu karyawan beserta keluarganya. Akan tetapi dalam tahap pertama baru 5 ribu karyawan yang baru divaksinasi.
"Saat ini alokasi dengan KADIN dan Biofarma adalah 5000 dosis vaksin yg sudah vaksinasikan sejak mulai 8 Juni," ucap Vera.
Baca Juga: 5 Potret Klinik Vaksin Agnez Mo, Gratis dan Sediakan Fasilitas Lengkap
"Di luar vaksinasi kita tahu yang utama adalah menjaga protokol kesehatan. Jadi secara internal sejak awal pandemi kami melakukan implementasi protokol kesehatan untuk setiap karyawan," imbuhnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga