Suara.com - Beberapa wanita mungkin ada yang mengalami pendarahan vagina atau menstruasi tidak teratur. Sayangnya, banyak wanita tidak memahami gejala serius yang bisa menjadi perhatian.
Penelitian baru dari Always, Always Discreet, Tesco, dan Eve Appeal, mengatakan sebagian besar wanita tidak mengalami gejala khusus yang bisa membuat mereka tidak berpikir kondisi ini bisa menjadi tanda kanker.
Pada kampanye Know Your Normal, tim melihat data YouGov dari 2.018 orang dewasa. Mereka menemukan bahwa kurang dari setengah atau 45 persen wanita yang disurvei sadar bahwa menstruasi berat bisa menjadi tanda kanker ginekologi.
Lalu, hanya 58 persen wanita yang paham bahwa pendarahan vagina setelah berhubungan seks bisa menjadi gejala kanker.
Secara keseluruhan, hanya 31 persen wanita yang menyadari semua jenis pendarahan vagina bisa menjadi gejala kanker ginekologi. Menurut The Eve Appeal, angka ini tergolong sangat rendah.
"Padahal diagnosis dini adalah kunci utama mengatasi kanker. Jadi, memeriksa pendarahan abnormal lebih awal akan memberikan hasil yang jauh lebih baik. Meskipun pendarahan yang dialami tidak menunjukkan tanda kanker, tetapi baiknya ditangani lebih lanjut," kata Athena Lamnisos, CEO The Eve Appeal dikutip dari Metro UK.
Ada empat jenis utama pendarahan abnormal yang harus Anda waspadai, yakni menopause, menstruasi di antara periode, mengalami menstruasi yang berat dan pendarahan setelah berhubungan seks.
Intinya, jika Anda melihat darah di luar periode menstruasi Anda yang biasa, jangan abaikan saja. Jika Anda mengalami salah satu dari tanda-tanda ini, penting bagi Anda untuk berbicara dengan dokter umum atau ginekolog Anda.
Sebuah survei tahun 2020 mengungkapkan bahwa 80 persen wanita tidak akan mengunjungi dokter bila mengalami pendarahan vagina tak terduga. Meskipun kondisi ini termasuk gejala kanker rahim, kanker serviks dan kanker vagina. Karena itu, penting untuk konsultasi dokter.
Baca Juga: Bikin Kasus Covid-19 Indonesia Membludak, Ini 5 Fakta Virus Corona Varian Delta
Berita Terkait
Terpopuler
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- 6 Smartwatch di Bawah Rp1 Juta, Fitur Premium untuk Aktivitas Sehari-hari
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
Pilihan
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
Terkini
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026