Suara.com - Melonjaknya kasus Covid-19 di Indonesia, dinilai pemerintah akibat dari kendor dan lengahnya penerapan protokol kesehatan saat varian baru virus corona yang beredar di tanah air.
"Sebagian dari kita lengah menjalankan protokol kesehatan pada saat varian baru hadir menyebar ke seluruh dunia, sebagian justru tidak mengetatkan pertahanan," ujar Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru dr. Reisa Kartikasari Broto Asmoro, dalam keterangan persnya, Sabtu (19/6/2021).
Reisa menambahkan, lonjakan kasus ini mencerminkan apa yang terjadi sejak dua pekan sampai dengan satu bulan yang lalu, yaitu ketika kendor, lengah melepas masker, tidak menjaga kebersihan tangan dengan rutin, lalu berkerumun baik dengan teman atau kerabat, terlebih lagi di tempat umum dan ruang tertutup.
"Pastikan kita tetap memakai masker dengan benar, jaga jarak, jauhi kerumunan, dan kurangi mobilitas yang tidak mendesak, dan rajin-rajinlah cuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau cairan pembersih tangan," imbuh Reisa.
Adapun varian virus corona yang sudah menyebar di tanah air yakni varian Delta (ditemukan di India), Alpha (ditemukan di Inggris ), dan Beta (ditemukan di Afrika Selatan.
Di antara 3 varian tersebut, varian Delta menjadi sorotan lantaran tidak hanya jadi varian yang paling banyak ditemukan di Indonesia, varian ini juga dikenal lebih cepat menular di antara varian lainnya, dan bisa menularkan ke 5 orang sekaligus.
Kudus, Jawa Tengah dan DKI Jakarta juga jadi sorotan karena mengalami lonjakan kasus yang sangat drastis, begitu juga angka kematian yang meningkat diduga akibat varian Delta. Alhasil peningkatan kasus ini mempengaruhi angka penularan (positivity rate) nasional.
Sedangka secara nasional, kasus positif Covid-19 harian pada Jumat (18/6), tembus 12.990. Angka ini terus naik setelah sejak Kamis (17/6) di mana tercatat 12.624 orang positif Covid-19 dalam sehari.
Sedangkan kematian di Indonesia sehari tembus 290, dari total 54.043 orang yang meninggal dunia akibat Covid-19.
Baca Juga: 5 Hal yang Bisa Dipelajari Indonesia dari India soal Lonjakan Kasus COVID-19
Ini merupakan penambahan kasus Covid-19 tertinggi sejak periode Januari hingga Februari yang lalu merupakan dampak Liburan Natal dan Tahun Baru 2021.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang
-
Cuma Pakai Dua Jari, Dokter Ungkap Cara Deteksi Sakit Jantung dari Raba Nadi