Suara.com - Praktik perkawinan anak masih banyak terjadi terutama di daerah dengan akses pendidikan yang minim.
Parahnya, praktik perkawinan anak kerap didasari doktrin dan tafsir agama serta diperburuk dengan tingginya angka putus sekolah di daerah.
Menurut Dosen Sosiologi UIN Jakarta Dr. Ida Rosyidah, sekitar 7,4 juta anak dunia terpaksa mengalami perkawinan anak. Adapun yang paling berisiko terkena praktik perkawinan anak adalah perempuan dibanding laki-laki.
"Di sini kita lihat lebih banyak anak perempuan yang berisiko dibanding laki-laki. Sebaran wilayahnya lebih banyak di Kalimantan, Sulawesi, Jawa, Bali, NTB, Maluku, Papua dan Sumatera," ungkapnya pada acara webinar Kajian Gender, beberapa waktu lalu.
Saat praktik perkawinan anak terjadi, kata Ida Rosyidah, hal tersebut bisa bermasalah pada kesehatan reproduksi anak karena mereka belum siap.
Masalah kesehatan reproduksi itu misalnya perdarahan, angka kematian ibu meningkat, dan juga angka kematian bayi. "Itu terjadi karena adanya ketidaksiapan dalam persalinan dan juga kesehatan reproduksinya," tambahnya.
Di wilayah NTB, ia mengatakan bagaimana tingkat perkawinan anak pada kelompok anak sekolah dasar dan menengah SMP masih amat tinggi. Beberapa di antaranya bahkan sudah memiliki anak.
"Saya beberapa kali riset tentang perkawinan anak, seringkali saya tanya ‘ini adiknya ya?, Bukan Bu ini anak saya.' Jadi mereka ini masih muda dan belum pantas memiliki tanggung jawab sebesar itu. Seperti membesarkan anak dan mencari dana pendapatan hidup. Itu menjadi miris karena mereka belum siap,” jelasnya.
Ia mengatakan, kematangan pikiran dan jiwa sebelum menikah sangatlah penting. Terlebih, ada ujian hidup di mana relasi hubungan suami-istri merupakan peran besar yang menuntut pelakunya menemukan solusi.
Baca Juga: Izinkan CL Putus Sekolah, Alasan Bijak Sang Ayah Jadi Perbincangan Warganet
"Diharapkan anak sudah memiliki kematangan pemikiran dan jiwa, sehingga ketika menghadapi persoalan hidup, mereka siap," ungkapnya lebih lanjut.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil Bekas 50 Jutaan Cocok untuk Milenial, Bodi Stylish Tak Repot Perawatan
- 5 Moisturizer dengan Alpha Arbutin untuk Memudarkan Flek Hitam, Cocok Dipakai Usia 40-an
- Kronologi Lengkap Petugas KAI Diduga Dipecat Gara-Gara Tumbler Penumpang Hilang
- 5 Rekomendasi Ban Tubeless Motor Matic, Tidak Licin saat Hujan dan Jalan Berpasir
- 7 Mobil Boros Bahan Bakar Punya Tenaga Kuda, Tetapi Banyak Peminatnya
Pilihan
-
Dirumorkan Latih Indonesia, Giovanni van Bronckhorst Tak Direstui Orang Tua?
-
Jadi Kebijakan Progresif, Sineas Indonesia Ingatkan Dampak Ekonomi LSF Hapus Kebijakan Sensor Film
-
Daftar Maskapai RI yang Pakai Airbus A320
-
5 Tempat Ngopi Tersembunyi di Palembang yang Bikin Ketagihan Sejak Seduhan Pertama
-
6 HP 5G Paling Murah di Bawah Rp 4 Juta, Investasi Terbaik untuk Gaming dan Streaming
Terkini
-
Waspada! Obesitas Dewasa RI Melonjak, Kenali Bahaya Lemak Perut yang Mengintai Nyawa
-
Kota Paling Bersih dan Sehat di Indonesia? Kemenkes Umumkan Penerimanya Tahun Ini
-
Dari Flu hingga Hidung Tersumbat: Panduan Menenangkan Ibu Baru Saat Bayi Sakit
-
Hasil Penelitian: Nutrisi Tepat Sejak Dini Bisa Pangkas Biaya Rumah Sakit Hingga 4 Kali Lipat
-
Cegah Bau Mulut akibat Celah Gigi Palsu, Ini Penjelasan Studi dan Solusi untuk Pengguna
-
Stop Jilat Bibir! Ini 6 Rahasia Ampuh Atasi Bibir Kering Menurut Dokter
-
Alarm Kesehatan Nasional: 20 Juta Warga RI Hidup dengan Diabetes, Jakarta Bergerak Melawan!
-
Panduan Memilih Yogurt Premium untuk Me-Time Sehat, Nikmat, dan Nggak Bikin Bosan
-
Radang Usus Kronik Meningkat di Indonesia, Mengapa Banyak Pasien Baru Sadar Saat Sudah Parah?
-
Stop Diet Ketat! Ini 3 Rahasia Metabolisme Kuat ala Pakar Kesehatan yang Jarang Diketahui