Suara.com - Kegiatan donor darah diketahui baik untuk si pendonor maupun orang yang menerima darah. Bagi orang yang sedang anemia karena kondisi tertentu atau mengidap thalasemia transfusi darah sangat bermanfaat dan dapat menyelamatkan nyawa.
Tapi, jika tidak dilakukan dengan prosedur yang benar dan hati-hati, transfusi darah juga bisa berbahaya dan berisiko bagi kesehatan. Dikutip dari Ruang Guru, ini lima risiko transfusi darah jika dilakukan tidak tepat.
1. Infeksi
Tidak bisa dipungkiri bahwa terdapat beberapa penyakit yang bisa menular lewat transfusi darah. Jika darah pendonor tidak steril, ada kemungkinan bakteri dan virus tersalurkan dan menular ke penerima. Hal ini dapat menyebabkan risiko timbulnya penyakit hepatitis B dan C yang menyerang hati, sampai HIV.
2. Kelebihan Cairan
Transfusi darah juga dapat membuat penerima menderita kelebihan cairan di paru-paru. Ini akan menyebabkan jantung tidak berfungsi sempurna dalam memompa darah ke seluruh tubuh. Sehingga pada akhirnya menyebabkan sesak napas. Biasanya, kelebihan cairan juga terjadi pada lansia atau orang yang mempunyai riwayat penyakit jantung.
3. Graft-versus host disease (GVHD)
Risiko ini perlu diwaspadai pada orang yang sedang dalam kondisi kekebalan tubuh rendah. Daya tahan tubuh sangat berpengaruh apabila seseorang menjadi penerima transfusi darah. Ada kemungkinan sel darah putih yang diterima dianggap tubuh sebagai benda asing.
Akhirnya, antibodi melakukan pertahanan diri dan malah menyerang jaringan tubuh yang lain. Kemudian akan menjadi sakit Graft-Versus Host Disease. Untuk mencegah terkena GVHD, darah yang disumbangkan harus diradiasi terlebih dahulu agar sel darah putih pendonor tidak memengaruhi sel darah merah penerima.
Baca Juga: Hari Donor Darah Sedunia 2021, Donasi Darah untuk Selamatkan Nyawa
4. Alergi
Bahaya transfusi darah juga dapat menimbulkan alergi. Ini dapat terjadi kalau sistem daya tahan tubuh penerima bereaksi terhadap protein atau zat lain. Biasanya, orang yang terkena alergi akan langsung terlihat gejalanya. Misalnya, kulit gatal, kemerahan, hingga ruam.
5. Demam
Demam juga dapat terjadi selama atau setelah transfusi darah. Biasanya, gejala itu bukan bahaya yang serius. Namun, demi kesehatan penerima, ada baiknya transfusi dihentikan dan dilakukan pengecekan oleh dokter.
Sebetulnya, jika dilakukan dengan proses yang baik, kelima risiko di atas tidak akan terjadi. Oleh karena itu, perlu dilakukan uji kecocokan darah antara pendonor dan penerima terlebih dahulu. Selama sudah cocok, risiko akan bahaya itu akan sangat kecil.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
Pilihan
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
Terkini
-
Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan
-
Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah
-
Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress
-
Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama
-
Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia
-
Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak
-
Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini
-
Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes
-
Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol
-
Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu