Suara.com - Terlepas dari status vaksinasi yang sudah tinggi, penduduk Los Angeles (LA) masih diminta untuk terus mengenakan masker di dalam ruangan. Mandat tersebut dinyatakan oleh departemen kesehatan masyarakat LA untuk mencegah transmisi virus corona varian Delta.
Melansir dari Medicinenet, varian Delta mungkin dua kali lebih mudah menular dari virus corona asli. Pertama kali diidentifikasi di India, varian Delta sekarang menjadi yang paling umum ketiga di California, membuat 14,5 persen dari kasus virus corona yang dianalisis pada Juni, naik dari 4,7 persen pada Mei.
"Sementara vaksin Covid-19 memberikan perlindungan yang sangat efektif, mencegah rawat inap dan kematian terhadap varian Delta, jenis ini terbukti lebih mudah menular dan diperkirakan akan menjadi lebih umum," kata Direktur Kesehatan Masyarakat L.A. County Barbara Ferrer.
"Penggunaan masker tetap menjadi alat yang efektif untuk mengurangi penularan, terutama di dalam ruangan di mana virus dapat dengan mudah menyebar melalui inhalasi aerosol yang dipancarkan oleh orang yang terinfeksi," tambahnya.
California memiliki salah satu tingkat vaksinasi tertinggi di Amerika Serikat. Lebih dari 3 dari 5 penduduk telah memiliki setidaknya satu dosis vaksin,.
Pejabat kesehatan juga meminta agar orang-orang memakai masker di dalam ruangan di tempat-tempat seperti toko kelontong atau toko ritel, teater dan pusat hiburan keluarga, serta tempat kerja ketika Anda tidak mengetahui status vaksinasi orang lain.
Dari 123 orang di LA yang dikonfirmasi telah terinfeksi varian Delta sejauh ini, 110 belum vaksinasi, tiga baru vaksinasi dosis pertama, dan 10 individu yang sudah divaksinasi lengkap. Orang yang divaksinasi tidak ada yang membutuhkan perawatan di rumah sakit.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Bedak yang Mengandung Niacinamide, Bantu Cerahkan Wajah dan Kontrol Sebum
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- Mitsubishi Destinator dan XForce Lagi Promo di Bulan Mei, Harga Jadi Segini
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
Pilihan
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
Terkini
-
Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi
-
Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan
-
Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!
-
Diskon BRI untuk Paket MCU dan Perawatan Ortopedi di Primaya Hospital, Cek di Sini
-
IDAI Ingatkan Risiko Susu Formula di MBG: ASI Tak Bisa Digantikan Produk Pabrik
-
Jangan Asal Cari di Internet! Dokter Ingatkan Bahaya Self-Diagnosis saat Nyeri Dada
-
Hati-hati Memilih ART, Ini Alasan Rekrutmen Tradisional Justru Ancam Keamanan Keluarga
-
Cara Kerja Lensa HALT pada Kacamata Anak dengan Miopia, Cegah Mata Minus Makin Parah
-
Bukan Sekadar Estetik, Air Treatment Norium by AZKO Bantu Jaga Kesehatan Bayi di Rumah
-
WHO Tetapkan Wabah Ebola di Kongo Darurat Internasional, Risiko Kematian 32,5 Persen