Suara.com - Johnson & Johnson mengumumkan bahwa vaksin virus coronanya efektif melawan varian Delta. Hal ini dinyatakan sendiri oleh perusahaan pada Kamis (1/7/2021).
Melansir dari Medicinenet, temuan ini meyakinkan 11 juta orang Amerika yang telah mendapatkan suntikan J&J. karena perusahaan juga mencatat bahwa perlindungan tersebut bertahan delapan bulan setelah inokulasi.
Meskipun ada sedikit penurunan potensi terhadap varian Delta, data dari dua penelitian menunjukkan vaksin J&J lebih efektif terhadap varian Delta daripada varian Beta yang pertama kali muncul di Afrika. Lebih baik lagi, antibodi yang dirangsang oleh vaksin J&J semakin kuat seiring waktu.
Kedua studi tersebut telah diajukan untuk publikasi online di server pracetak bioRxiv. Perusahaan mengatakan bahwa mereka merilis hasilnya lebih awal karena minat publik yang tinggi.
"Studi yang baru diumumkan hari ini memperkuat kemampuan vaksin Johnson & Johnson Covid-19 untuk membantu melindungi kesehatan orang-orang secara global," kata Dr. Paul Stoffels, wakil ketua komite eksekutif dan kepala petugas ilmiah di Johnson & Johnson.
"Kami percaya bahwa vaksin kami menawarkan perlindungan yang tahan lama terhadap Covid-19 dan memunculkan aktivitas penetralan terhadap varian Delta. Ini menambah kumpulan data klinis yang kuat yang mendukung kemampuan vaksin sekali pakai kami untuk melindungi dari berbagai varian yang menjadi perhatian," imbuhnya.
Meski begitu, para ahli lain mencatat bahwa uji klinis telah memperjelas bahwa kemanjuran vaksin J&J lebih rendah daripada vaksin mRNA (Pfizer dan Moderna).
"Tujuh puluh dua persen tentu saja lebih rendah dari 95 atau 94 persen," Florian Krammer, seorang ahli imunologi di Icahn School of Medicine di Mount Sinai di New York City.
Baca Juga: Pecah Rekor Covid-19 Indonesia; Kematian 60.027 Jiwa, Kasus Positif 27.913 Orang
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Produk Viva Cosmetics yang Ampuh Atasi Flek Hitam, Harga di Bawah Rp50 Ribu
- Denada Akhirnya Akui Ressa Anak Kandung, Bongkar Gaya Hidup Hedon di Banyuwangi
- 5 Rekomendasi HP Layar AMOLED 120Hz Termurah 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- 5 HP Murah Alternatif Redmi Note 15 5G, Spek Tinggi buat Multitasking
- KUIS: Kalau Hidupmu Jadi Lagu, Genre Apa yang Paling Cocok?
Pilihan
-
Siapa Jeffrey Hendrik yang Ditunjuk Jadi Pjs Dirut BEI?
-
Harga Pertamax Turun Drastis per 1 Februari 2026, Tapi Hanya 6 Daerah Ini
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
-
5 HP Memori 128 GB di Bawah Rp2 Juta Terbaik Awal 2026: Kapasitas Lega, Harga Ramah di Kantong!
Terkini
-
Dokter Saraf Ungkap Bahaya Penyalahgunaan Gas Tawa N2O pada Whip Pink: Ganggu Fungsi Otak!
-
Tidak Semua Orang Cocok di Gym Umum, Ini Tips untuk Olahraga Bagi 'Introvert'
-
Dehidrasi Ringan Bisa Berakibat Serius, Kenali Tanda dan Solusinya
-
Indonesia Masih Kekurangan Ahli Gizi, Anemia hingga Obesitas Masih Jadi PR Besar
-
Cedera Tendon Achilles: Jangan Abaikan Nyeri di Belakang Tumit
-
Super Flu: Ancaman Baru yang Perlu Diwaspadai
-
3D Echocardiography: Teknologi Kunci untuk Diagnosis dan Penanganan Penyakit Jantung Bawaan
-
Diam-Diam Menggerogoti Penglihatan: Saat Penyakit Mata Datang Tanpa Gejala di Era Layar Digital
-
Virus Nipah Sudah Menyebar di Sejumlah Negara Asia, Belum Ada Obatnya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Punya Layanan Bedah Robotik Bertaraf Internasional