Health / Konsultasi
Rabu, 07 Juli 2021 | 08:13 WIB
Virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Suara.com - Kasus positif Covid-19 harian lagi-lagi pecah rekor hingga lebih dari 31 ribu. Lonjakan juga terjadi pada data kematian yang tercatat 728 orang meninggal dalam satu hari, data Satgas Penanganan Covid-19 per Selasa (6/7) sore. 

Meski begitu, Juru bicara Satgas Covid-19 Prof Wiku Adisasmito memperkirakan bahwa jumlah kasus kemungkinan masih akan naik dalam beberapa hari ke depan, mengingat efek dari PPKM Darurat belum terluhat.

Oleh sebab itu, ia meminta agar masyarakat tetap menaati aturan selama PPKM Darurat. Termasuk juga perusahaan yang tidak termasuk dalam sektor esensial.

"Mohon juga bagi sektor swasta non-esensial untuk mematuhi peraturan dan tidak memaksakan pegawainya untuk bekerja di kantor," kata Prof Wiku dalam konferensi pers daring perkembangan terbaru PPKM Darurat di Pulau Jawa dan Bali dan PPKM Mikro di wilayah lain di Indonesia, Selasa (6/7/2021).

Di sisi lain, Satgas Penanganan Covid juga akan memastikan pasokan obat-obatan untuk pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit maupun isolasi mandiri masih cukup tersedia. Karenanya, prof Wiku meminta masyarakat tidak khawatir akan ketersediaan obat-obatan tersebut.

Terkait perkembangan Covid-19 di tingkat nasional, ia menyampaikan bahwa saat ini kasus aktif mencapai yang tertinggi, yakni 324.597 kasus. Sebelumnya rekor tertinggi kasus aktif sebanyak 176.672 terjadi pada 5 Februari lalu. Menurutnya, kasus aktif yang tinggi saat ini harus segera diimbangi dengan kesembuhan yang tinggi juga serta fokus menekan angka kematian.

Ilutrasi virus corona. Di Indonesia, telah ditemukan varian baru Covid-19 asal Inggris. [Getty Images/BBC]

"Kabar baiknya, per hari ini kita menambahkan kesembuhan 15.863. Saya apresiasi kepada seluruh tenaga kesehatan yang telah bekerja keras untuk melayani pasien Covid-19 hingga sembuh," imbuhnya.

Angka kesembuhan harus terus ditingkatkan karena berkejaran dengan penambahan kasus harian yang juga tinggi, kata Wiku. Kasus positif dalam sepekan terakhir mencapai 168.767 kasus, meningkat 34,6 persen dari pekan sebelumnya.

Kenaikan kasus positif itu paling signifikan terjadi di lima provinsi, yakni DKI Jakarta  14.508), Jawa Barat (10.367), Jawa Timur (2.905), DI Yogyakarta (2.173), dan Kalimantan Timur (1.749).

Baca Juga: 3 Tips Menyembelih Hewan Qurban yang Halal dan Tetap Aman di Saat Pandemi Covid-19

Sementara empat provinsi lainnya adalah NTT (1.269), Sumatera Barat (1.160), Riau (853), dan Sulawesi Selatan (791).

Wiku menegaskan kepada pemerintah daerah, terutama provinsi yang alami kelonjakan kasus, meskipun tidak diterapkan PPKM Darurat tetap wajib meningkatkan penanganan Covid-19 dan pencegahan peningkatan kasus yang lebih tinggi lagi. Masyarakat juga diminta jangan lengah dan harus tetap waspada.

"Kewaspadaan yang diwujudkan dalam perilaku patuh akan protokol kesehatan dapat mencegah penularan semakin luas," pungkasnya.

Load More