Health / Konsultasi
Rabu, 07 Juli 2021 | 08:21 WIB
Penampakan gedung yang akan dipakai untuk tempat isolasi mandiri di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Selasa (29/6/2021). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin telah mengumumkan bahwa Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur akan dijadikan rumah sakit darurat Covid-19. Berkapasitas 950 tempat tidur, RS itu rencananya mulai pada beroperasi Rabu, (7/7/2021)

Dinas kesehatan DKI Jakarta dr. Widiastuti, MKM., mengatakan kesiapan nenyulap Asrama Haji menjadi RS darurat Covid bisa berjalan lebih cepat lantaran gedung yang tersedia sudah memadai. 

"Asrama haji sedang disiapkan oleh Pusat Kementerian Kesehatan bersama berbagai lintas Kementerian. Positifnya adalah gedungnya sudah terstruktur, organisasinya sudah ada. Sehingga penambahan tidak membutuhkan waktu yang lama. Secepatnya nanti bisa dioperasionalkan," kata Widyastuti dalam webinar Satgas Penanganan Covid-19, Selasa (6/7/2021).

Selain menyiapkan Asrama Haji, Widyastuti mengungkapkan, gedung Jakarta Expo juga tengah disiapkan untuk menjadi RS darurat Covid. Pendekatan telah dilakukan kepada pengelola gedung. Termasuk juga sinergi antra pemerintah pusat dan daerah.

Widyastuti menyebut, kapasitas Jakarta Expo bisa menampung hingga 20.000 tempat tidur. Akan tetapi dengan jumlah yang banyak tersebut, ia berharap nantinya pengelolaan Jakarta Expo menjadi RS Darurat Covid tidak hanya dilakukan oleh petugas sipil.

Petugas berjalan melalui lorong kamar yang akan dipakai untuk tempat isolasi mandiri di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Selasa (29/6/2021). [Suara.com/Alfian Winanto]

"Tentu itu bukan angka yang kecil. Kita belajar dari Wisma Atlet, bagaimana dalam kapasitas besar memang dibutuhkan kendali tidak hanya dari sipil tapi dari unsur TNI-Polri yang kita harapkan bisa mengendalikan. Karena itu menyangkut jumlah yang banyak. Tentu juga bagaimana mengendalikan masyarakat supaya patuh terhadap SOP itu, jadi sesuatu yang penting terkait kapasitas yang besar tersebut," paparnya.

Di tengah kondisi lonjakan kasus positif Covid-19, diakui Widyastuti bahwa DKI Jakarta termasuk salah satu daerah yang peningkatannya signifikan. Bahkan kini jumlah kasus aktif positif Covid-19 di Jakarta telah lebih dari 90 ribu. 

Sebelumnya hingga Februari lalu, Widyastuti menyebutkan bahwa kasus aktif di Jakarta yang membutuhkan perawatan masih sekitar 26 ribu. 

"Saat ini angka kasus aktif hatian kita itu 91 ribu lebih yang membutuhkan pertolongan medis. Tentu itu bukan angka yang kecil. Kasus baru harian positif yang biasanya hanya 2 digit, 3 digit, ini sekarang sudah 4 digit, dengan angka 9 ribu sekian ini tentu jadi perhatian kita," ujarnya.

Baca Juga: Kasus Harian Tembus 31 Ribu, Satgas Covid-19: Kenaikan Infeksi Masih Akan Terjadi

Demikian juga dengan tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit, baik ruang isolasi maupun ICU, telah lebih dari 90 persen. Padahal, menurut Widyastuti, lebih dari 50 persen persediaan tempat tidur rumah sakit yang ada di Jakarta telah dialokasikan menjadi perawatan khusus pasien Covid-19.

Load More