Suara.com - Penanggulangan pandemi Covid-19 tidak boleh mengabaikan perlindungan tenaga kerja. Apa strategi dari pemerintah?
Direktur Jenderal Pembinaan Pengawasan Kementerian Ketenagakerjaan RI Dra. Haiyani Rumondang, M.A, mengatakan perlunya strategi dalam menanggulangi pandemi Covid-19 bagi pekerja.
Di antaranya adalah mengembangkan kebijakan perlindungan buruh khususnya di tempat kerja, mendorong pimpinan perusahaan untuk melaksanakan pencegahan Covid-19, menyiapkan panduan perencanaan dan keberlangsungan buruh agar tetap produktif, dan menyiapkan panduan K3.
“Selain itu, mewajibkan program JKK guna perlindungan bagi tenaga kerja, melakukan pembinaan dan pengawasan dalam upaya pencegahan Covid-19 di tempat kerja, melaksanakan sosialisasi dan publikasi dalam meanggulangi Covid-19, dan mendorong vaksinasi bagi pekerja,” ungkapnya dalam acara Meningkatkan Pencegahan COVID-19 di dan melalui Tempat Kerja, Selasa (6/7/2021).
Ia mengatakan hal-hal tersebut sudah diatur oleh Kemnaker, termasuk sanksi jika ada perusahaan yang melanggar.
“Kementerian Ketenagakerjaan sudah merespon dengan menerbitkan kebijakan dalam rangka memberi perlindungan bagi pekerja buruh dan keberlangsungan usaha. Dan ini dapat mencegah terjadinya klaster,” ungkapnya.
Sebelumnya, pada Agustus 2020 pandemi Covid-19 telah berdampak pada pekerja Indonesia lebih dari 29 juta orang. Hal ini semakin memperburuk situasi sekitar 7 juta pencari kerja yang masih kesulitan mendapatkan pekerjaan, di mana 2,6 juta pekerja kehilangan pekerjaan dan 24 juta lainnya mengalami pemotongan jam kerja dan upah.
Kendati demikian, kehadiran program vaksinasi dapat memberikan harapan untuk pemulihan ekonomi.
Dra. Haiyani Rumondang mengatakan, bersama International Labour Organization (ILO), Organisasi Profesi Kesehatan Kerja dan pemangku kepentingan telah berkolaborasi menerbitkan pedoman pencegahan Covid-19 di tempat kerja. Karena itu, diharapkan pedoman ini bisa menciptakan tempat kerja yang aman dan higienis.
Baca Juga: Fokus Keselamatan Masyarakat, Puan Maharani Minta RAPBN 2022 Antisipasi Ketidakpastian
“Pedoman ini juga mengintegrasikan protokol penerapan Covid-19 dalam program K3. Kami berharap pedoman ini bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh setiap pelaku pekerja,” pungkasnya.
Berita Terkait
-
Kemnaker Siapkan Tenaga Kerja Terampil untuk Dukung Pertumbuhan Pasar EV dan Green Jobs
-
Siswa SMK Bukan Hanya Calon Tenaga Kerja, Tapi Juga Anak yang Perlu Dijaga
-
Glorified Internships: Saat Magang Berubah Menjadi Perbudakan Modern
-
Magang Gratis dan Eksploitasi Tenaga Kerja demi Pengalaman
-
Riset Koaksi Ungkap Paradoks Green Jobs di Indonesia: Mengapa Lulusan Formal Sulit Direkrut?
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
Terkini
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?
-
Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat
-
Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik
-
Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien
-
Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik
-
Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda
-
Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini
-
Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif
-
Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan
-
Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak