Suara.com - Psikolog keluarga Alissa Wahid mengatakan remaja adalah kelompok paling rentan mengalami depresi karena pandemi Covid-19. Kok bisa?
Menurut Alissa, hal ini berkaitan dengan pola pikirnya yang masih dalam tahap transisi dari anak-anak menuju dewasa muda.
Ia menyebut pada fase ini, remaja usia 10-18 tahun sanat butuh sosialisasi dengan teman sebaya.
"Ini tantangan sekarang banyak problem remaja mengalami depresi, dan orangtua yang tidak bisa kendalikan anaknya. Jadilah para remaja capek di rumah, lalu keluar jalan-jalan dan nongkrong-nongkrong," ujar Alissa dalam acara peluncuran Modul Pengasuhan dengan Cinta dan Modul Keterampilan dan Kecakapan Hidup Remaja di Masa Pandemi, Rabu (7/7/2021).
Alissa menambahkan orangtua tidak bisa mengendalikan remaja untuk tetap diam di rumah di masa pandemi, karena tidak memiliki pondasi hubungan yang baik dengan remaja.
Alhasil kata Alissa, diibaratkan pandemi adalah gempa bumi maka jika pondasi rumah yang dibangun orangtua kuat, maka rumah akan bergoyang tapi tidak sampai hancur.
Tapi jika pondasi tidak kuat maka hancurlah rumah tersebut dihantam gempa pandemi Covid-19. Contoh kehancuran seperti ekonomi keluarga terganggu, hubungan tidak harmonis, hingga kesehatan terganggu.
"Remaja dalam kondisi biasa aja usah stres, remaja itu proses peralihan dari ketergantungan pada orangtua bergeser jadi manusia mandiri karena selesai kematangan perkembangan psikologis biasanya di usia 18 tahun, sudah dewasa muda ambil keputusan sendiri," jelas Alissa Wahid.
Terakhir Alissa menjelaskan, jika semua anggota keluarga secara bersamaan ada di rumah maka potensi gesekan akan terjadi karena tidak semua rumah punya space atau kapasitas yang mumpuni.
Baca Juga: Dampak Kepopuleran Drama Korea Melalui Media Massa Selama Pandemi Covid-19
"Lahan terbatas di dalam rumah, senggolan pasti terjadi, sedangkan semua punya kepentingan. Gesekan berubah jadi pertengkaran dan sikap saling menuntut antara anggota keluarga memicu pertengkaran bahkan kekerasan," pungkas Alissa.
Berita Terkait
-
Rangkaian Skincare Viva untuk Remaja Atasi Masalah Kulit di Masa Pubertas
-
Punya Daya Tarik Rasa dan Visual, Mayoritas Vape di Indonesia Dikemas dengan Desain Ramah Remaja
-
Ulasan Flat Girls: Menenun Luka, Kelas Sosial, dan Cinta Remaja yang Rapuh
-
Konvoi Berubah Maut, Tiga Remaja Diciduk dalam Kasus Pengeroyokan di Depan Terminal Grogol
-
Depresi Sejak Usia Muda ke Panggung Piala Dunia 2026: Kisah Kelam Striker Brasil Igor Thiago
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens