Suara.com - Dokter gigi mengatakan penting untuk diajarkan sikat gigi sejak kecil. Lalu, berapa usia yang tepat mengajarkan anak tentang menyikat gigi?
Dokter gigi spesialis anak, drg Selvyra Rachmawati, Sp.KGA, mengatakan, usia terbaik mengajarkan sikat gigi adalah ketika gigi anak mulai tumbuh di usia 2-3 tahun.
"Sebaiknya anak disikat giginya mulai dari gigi anak tersebut mulai tumbuh. Anak diajari sikat gigi kira-kira usia 2-3 tahun," kata dokter gigi dari Universitas Indonesia itu dilansir ANTARA.
Dalam proses mengajari anak menyikat gigi, terutama saat masih batita, orangtua harus selalu mendampingi.
Mengingat kemampuan motorik anak masih berkembang, orangtua tak bisa mengharapkan anak bisa menyikat giginya hingga bersih. Oleh karena itu, orangtua bisa mengulangi lagi proses menyikat gigi anak agar betul-betul bersih.
Pasta gigi juga diperlukan ketika menyikat gigi anak, tapi tak perlu banyak-banyak karena giginya pun hanya sedikit. Ukuran pasta gigi yang dibutuhkan ketika menyikat gigi anak kira-kira hanya sebesar biji kacang hijau.
Pakailah pasta gigi dengan flouride sejak gigi anak tumbuh sebab flouride punya fungsi memperkuat gigi.
Berikanlah buah hati air matang untuk berkumur setelah menyikat gigi untuk mengurangi risiko air kumur tak sengaja tertelan.
Sama seperti kebiasaan lainnya, anak-anak cenderung suka meniru orang di sekitarnya. Oleh karena itu, berikan contoh menyikat gigi yang baik agar anak juga tertarik untuk mengikutinya.
Baca Juga: Cara Menghilangkan Karang Gigi
Ajak anak menyikat gigi bersama orangtua atau kakaknya agar kegiatan ini jadi lebih menyenangkan. Orangtua juga bisa memperlihatkan video menyikat gigi untuk memperkenalkan rutinitas itu kepada anak dan akhirnya menjadi kebiasaan sehari-hari.
Selain rajin menyikat gigi, penting juga melakukan langkah-langkah preventif lain agar gigi anak tidak rusak atau berlubang.
Kurangi atau hindari makanan dan minuman mengandung gula seperti permen, cokelat atau lolipop yang bisa berujung kepada kerusakan gigi. Sebagai gantinya, berikan makanan sehat seperti buah segar, sayur, keju, yogurt dan susu. [ANTARA]
Berita Terkait
-
Kesehatan Gigi Keluarga, Investasi Kecil dengan Dampak Besar
-
Dokter Gigi Rasa Tempat Olahraga? OMDC Hadirkan Padel Court dan Gym di Klinik Baru
-
BPJS Kesehatan Ungkap Data Mengejutkan: 454 Puskesmas Belum Memiliki Dokter Umum
-
usmile Hadirkan Sikat Gigi Elektrik Berbasis AI, Jawab Tantangan Kesehatan Mulut Indonesia
-
Menghadapi Era Digital, Dokter Gigi Perlu Sinergi Multidisiplin
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026
-
Ancaman Kuman dari Botol Susu dan Peralatan Makan Bayi yang Sering Diabaikan
-
Terlalu Sibuk Kerja Hingga Lupa Kesehatan? Ini Isu 'Tak Terlihat' Pria Produktif yang Berbahaya
-
Lebih dari Separuh Anak Terdampak Gempa Poso Alami Kecemasan, Ini Pentingnya Dukungan Psikososial
-
Pakar Ungkap Cara Memilih Popok Bayi yang Sesuai dengan Fase Pertumbuhannya
-
Waspada Super Flu Subclade K, Siapa Kelompok Paling Rentan? Ini Kata Ahli
-
Asam Urat Bisa Datang Diam-Diam, Ini Manfaat Susu Kambing Etawa untuk Pencegahan