Suara.com - Saat ini, program vaksinasi Covid-19 baru tersedia untuk mereka yang berusia di atas 12 tahun.
Pertanyaannya, bagaimana cara melindungi anak di bawah usia 12 dari paparan infeksi yang disebabkan oleh virus corona tersebut, apakah bisa dengan vaksinasi yang lain?
Dokter spesialis anak dr. Ellen Wijaya mengatakan, vaksin influenza misalnya, dapat dipakai untuk melindungi anak dari virus tetapi bukan virus penyebab Covid-19.
Begitu pula dengan vaksin PCV yang diperuntukkan memberi perlindungan dari bakteri pneumokokus yang bisa menyebabkan infeksi berat seperti meningitis dan pneumonia.
"Tentunya proteksi yang dilindungi oleh vaksin Covid-19 agar terlindung dari SARS Cov-2. Kalau untuk vaksin lain, misalnya influenza melindungi dari virus influenza, atau PCV melindungi dari bakteri pneumokokus. Jadi influenza maupun PCV tidak serta merta melindungi dari SARS Cov-2," jelas dokter Ellen dalam webinar bersama RS Pondok Indah, Jakarta, Rabu (14/7/2021).
Bila anak sudah mendapatkan vaksinasi influenza atau PCV, kata Ellen, maka secara tidak langsung akan memberikan perlindungan lebih bagi anak agar bisa terhindar dari infeksi Covid-19.
Apalagi anak dianggap memiliki imunitas lebih kuat dan lebih mampu terhindar dari infeksi influenza berat serta penyakit paru yang disebabkan bakteri pneumokokus.
Efeknya, lanjut dokter Eva, kalaupun anak terpapar dengan virus corona, mereka sudah memiliki modal tubuh yang sehat sehingga tidak mudah terinfeksi atau menjadi kondisi berat jika positif Covid-19.
"Tapi kalau misal anak tidak pernah vaksin influenza, vaksin PCV juga tidak pernah, gampang batuk, pilek, gampang terkena infeksi saluran pernapasan berat, lalu di sekitarnya ada orang yang terkena sakit Covid, resiko tertular akan lebih tinggi. Karena mungkin daya tahan tubuhnya juga tidak optimal," jelasnya.
Baca Juga: Gejala Covid-19 Happy Hypoxia dan Cara Mencegahnya
"Jadi secara tidak langsung, setelah diimunisasi anak sehat. Maka dia bisa melawan juga penyakit yang lain," imbuh dokter Eva.
Vaksin influenza maupun PCV bisa diberikan sejak usia bayi. Dokter Eva menyampaikan, dosis pertama vaksin influenza telah boleh diberikan sejak anak usia 6 bulan hingga 9 tahun. Satu dosis diberikan dalam dua kali suntikan dengan jeda satu bulan.
"Jadi misalnya bayi umur 6 bulan dapat vaksin influenza pertama, kemudian dosis berikutnya minimal 1 bulan, jadi usia 7 bulan dia dapat vaksin influenza kedua."
"Setelah itu baru tiap tahun diulang. Kalau anak yang baru pertama kali mendapatkan vaksin influenza di atas umur 9 tahun, itu langsung satu (dosis penuh) kali saja. Berikutnya umur 10 tahun, lalu diulang setiap tahun," jelasnya.
Sementara jadwal pemberian imunisasi PCV, sesuai rekomendasi Organisasi Kesehatam Dunia (WHO), yaitu saat bayi berusia 6 minggu, dengan jarak 4-8 minggu untuk penyuntikan berikutnya. Kemudian, imunisasi booster dilakukan ketika anak berusia 12-15 bulan, bisa memilih di antara usia tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
Terkini
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS
-
Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat
-
Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem
-
Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil
-
Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya
-
2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik