Suara.com - Hingga kini lonjakan kasus positif Covid-19 di Indonesia masih cukup tinggi. Kondisi itu memicu kekhawatiran munculnya virus corona varian Indonesia.
Lantas bagaimana penjelasannya? Sebagai mikroorganisme virus memang dikenal mampu berkembangbiak ketika sedang menghuni sel inang. Begitu pula yang terjadi pada virus Corona SARS Cov-2, penyeban infeksi Covid-19.
Perkembangbiakan virus tersebut yang berpotensi terjadinya mutasi hingga memunculkan berbagai jenis varian. Terkait Coronavirus SARS Cov-2, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sudah merilis empat varian yang disebut mengkhawatirkan.
Mereka ialah Alpha yang pertama kali ditemukan di Inggris, Beta dari Afrika Selatan, Delta dari India, dan Gamma dari Brasil juga Jepang.
Epidemiolog dr. Tonang Dwi Ardyanto. Sp.PK., menjelaskan, berbagai varian itu muncul akibat adanya kesalahan dalam proses replikasi atau berkembangbiaknya virus ketika masih menghuni tubuh manusia.
"Jadi sebetulnya virus itu selalu beresiko untuk bermutasi. Mutasi itu sebetulnya sudah 4000-5000, tetapi hampir semua hanya merupakan suatu kesalahan dalam proses replikasi. Virus memunculkan suatu mutasi baru tapi karena dia tidak sanggup hidup, karena tidak sesuai dengan situasi lingkungannya, maka dia mati jadi variannya selesai," jelasnya ketika digmhubungi suara.com, Kamis (15/7/2021).
Namun dengan kondisi lonjakan kasus positif yang terjadi di Indonesia saat ini dan menyebabkan virus mendapat lebih banyak sel inang dalam tubuh manusia, mungkinkah akan menimbulkan adanya virus corona varian Indonesia?
Menurut dokter Tonang belum tentu. Hanya sebangian kecil virus dengan varian baru yang bisa bertahan dengan kondisi tempatnya bermutasi.
"Apakah dengan lonjakan hari ini bisa menyebabkan varian baru, menurut saya bukan seperti itu. Varian itu justru akan muncul kalau kita, banyak orang yang belum tervaksinasi lalu tertular. Itu memberikan peluang kepada virus untuk bermutasi. Tapi untuk saat ini kita belum berpikir adanya varian baru," ucapnya.
Baca Juga: Maia Estianty Ungkap Al Ghazali Positif Corona, 5 Hari Langsung Sembuh
Ia mengingatkan, sebaiknya jangan terlalu terjebak dengan keberadaan varian virus. Sebab hal itu tidak menjadi faktor utama dari lonjakan kasus positif yang terjadi.
"Menurut saya, faktor utama tetap pada protokol kesehatan. Karena mau apapun variannya selama protokol kesehatan kita jalan, variannya tidak akan kemana-mana dan tidak akan berkembang," jelasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?