Suara.com - Kolesterol yang tinggi dapat menjadi akar permasalahan berbagai penyakit serius. Saat menyadari kadar kolesterol dalam tubuh terlampau tinggi, ada baiknya segera lakukan cara menurunkan kolesterol yang tepat. Hal ini penting diwaspadai agar terhindar dari penyakit kardiovaskular yang membahayakan.
Utamanya, cara menurunkan kolesterol secara alami adalah dengan menerapkan pola makan dan gaya hidup yang sehat. Dikutip dari National Heart, Lung, and Blood Institute (NHLBI), gaya hidup tak sehat adalah penyebab utama kolesterol tinggi. Namun ada penyebab lainnya seperti genetika, kondisi medis tertentu, dan obat-obatan.
Berikut ulasan lengkap cara menurunkan kolesterol yang harus kamu ketahui dikutip dari beberapa situs kesehatan.
1. Hindari Makanan Lemak Tinggi
Makanan yang berlemak menjadi musuh bagi pengidap kolesterol tinggi. Alangkah baiknya pilih makanan rendah lemak, seperti ikan, ayam, daging sapi tanpa lemak, kacang-kacangan, tahu, putih telur, dan tempe. Cara mengolahnya pun harus menghindari digoreng dengan minyak.
Untuk meningkatkan kolesterol baik, hendaknya konsumsi makanan lemak tak jenuh yang membantu menurunkan kolesterol jahat di dalam pembuluh darah. Dikutip dari Medine Plus, lemak tak jenuh mampu menjaga perkembangan sel-sel dalam tubuh. Temukan lemak tak jenuh pada tumbuh-tumbuhan, seperti minyak sayur, minyak zaitun, dan sebagainya.
2. Batasi Konsumsi Gula
Konsumsi gula yang berlebihan dapat meningkatkan trigliserida, yaitu jenis lemak berupa kalori tak terpakai. Saat trigliserida naik, kolesterol pun akan mengikuti. Hindari terlalu banyak konsumsi gula dan makanan dengan kandungan gula tinggi, tak terkecuali nasi.
3. Perbanyak konsumsi sayur dan buah
Baca Juga: Hits Health: Obat Kolesterol untuk Pasien Covid-19, Berapa Lama Anosmia Hilang?
Salah satu cara terbaik menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh yaitu dengan memperbanyak konsumsi sayur dan buah. Kandungan serat yang tinggi dalam sayur dan buah efektif melarutkan kadar kolesterol jahat (low density lipoprotein/LDL). Dilansir dari Health Line, serat yang mampu menyerap kolesterol ke dalam tubuh, mengandung bakteri baik bernama probiotik.
Jumlah buah dan sayur yang disarankan untuk menurunkan kolesterol adalah 500 gram setiap harinya. Beberapa buah dan sayur dengan kandungan serat tinggi seperti pir, stroberi, pisang, alpukat, wortel, dan brokoli.
Rokok juga dapat mengganggu keseimbangan kadar kolesterol dalam tubuh. Merokok dalam jangka waktu lama dapat menurunkan kadar kolesterol baik (high density lipoprotein/HDL) dalam tubuh serta membuat pembuluh darah lebih kaku. Jika kebiasaan merokok ini terus dibiarkan, maka resiko penyakit jantung dan stroke meningkat.
Cara menurunkan kolesterol berikutnya adalah mengendalikan berat badan supaya tetap ideal. Masalah obesitas atau berat badan berlebih dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam tubuh. Oleh karena itu, terapkan diet sehat untuk menjaga berat badan ideal dan kolesterol yang menurun.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia
-
Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?
-
Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai
-
Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien
-
Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi
-
Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan
-
Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!