Suara.com - Sabbihis Fathun Vickih, meminta pemerintah dan Komnas KIPI untuk segera mengumumkan hasil autopsi yang telah dilakukan terhadap adiknya, Trio Fauqi Virdaus.
Seperti ramai diberitakan sebelumnya, Trio Fauqi Virdaus meninggal satu hari setelah ia mengikuti vaksinasi massal di Gelora Bung Karno 5 Mei 2021 lalu. Ia sebelumnya sempat diberi vaksin AstraZeneca.
Namun, hingga kini baik pemerintah dan Komnas KIPI juga masih belum mengumumkan hasil autopsi tentang penyebab kematian dari Trio ke publik.
Usai autopsi dilakukan, lanjut Vickih, pihak Komnas KIPI menjanjikan bahwa hasil akan disampaikan dalam satu hingga dua minggu kepada keluarga.
"Kita tunggu ternyata hasil tidak keluar akhirnya saya kritik dengan video di Youtube tanggal 20 Juni 2021, dan baru dapat respon tanggal 21 Juni 2021," kata Vickih.
Menurut Vickih, Komnas KIPI kala itu menyebut bahwa hasil autopsi telah rampung, dan akan segera disampaikan ke keluarga. Namun, lagi-lagi keluarga mesti menunggu selama satu bulan.
Hingga baru pada tanggal 27 Juli 2021 digelar zoom meeting untuk menyampaikan hasil autopsi tersebut. Namun, lanjut Vickih, pihak kelurga diminta consent yang salah satu poinnya bahwa keluarga dilarang untuk memberikan informasi kepada pihak mana pun sebelum ada penjelasan resmi dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta atau Komnas KIPI.
Tapi, hingga 30 Juli 2021, masih belum ada pengumuman dari Komnas KIPI, dan juga otoritas terkait, seperti Kementerian Kesehatan maupun Dinas Kesehatan DKI Jakarta.
Inilah yang kemudian membuat Vickih akhirnya mengungkap hasil autopsi ke media sosial. Dalam unggahannya, Vickih menyebut bahwa dari hasil autopsi sang adik tidak ditemukan komorbid. Sehingga keluarga menduga bahwa penyebab meninggalnya Trio karena vaksin yang ia terima
Baca Juga: Kisah Indra Rudiansyah, Anak Bangsa yang Ikut Mengembangkan Vaksin Covid-19 AstraZeneca
"Bahwa tidak ditemukan komorbid dan penyakit lain, hanya ada flek hitam, yang tidak berkaitan dengan kematian, karena hasilnya tidak ada komorbid, dan tidak ada kematian, berarti meninggalnya pemicunya vaksinasi astrazeneca," kata Vickih saat dihubungi Suara.com.
Vickih juga menyampaikan bahwa sebelum mendapatkan vaksin Trio juga dalam kondisi sehat. Bahkan, menurut Vickih Trio juga sedang semangat menggeluti kerja dan hobinya.
"Sekarang sudah jelas menurut kami tidak ada komorbid, tidak ada penyakit apapun lah yang ditemukan, tidak kena serangan jantung, gagal paru, tidak Covid-19, dan alasannya apa. Berarti kan kalau saya yang orang awam berarti pemicunya vaksin, engga ada yang lain kan," kata Vickhih.
Menurutnya, orang yang meninggal seketika juga pasti ada sebab. Sehingga, ia menduga kuat bahwa indikasi meningganya sang adik lantaran vaksin AstraZeneca.
"Kami meminta untuk hasil autopsi ini disampaikan secara transparan," ujar Vickih.
Sementara itu, Ketua Komnas KIPI, Prof. Hindra Irawan Satari mengatakan pihaknya sudah mendapatkan hasil otopsi dari Departemen Forensik RS Cipto Mangunkusumo (RSCM), yang menyatakan hasil kematian tidak bisa ditentukan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia
-
Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?
-
Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai
-
Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien