Suara.com - Hingga kini, penambahan angka kasus harian Covid-19 di Indonesia masih relatif tinggi. Belakangan, bahkan banyak dilaporkan kasus Covid-19 yang terjadi pada anak.
Hal ini diungkapkan oleh Dokter Spesialis Anak dr. Marlisye Marpaung, Sp. A(K). Ia menyebut, bahwa saat ini satu dari delapan kasus positif Covid-19 terjadi pada anak, atau sekitar 12,5 persen.
“Dulu masih sekitar 5-7 persen, dan sekarang sudah 12,5 persen. Kenapa lebih banyak menular pada anak? Karena sekarang varian nya lebih cepat menular, kemudian lebih cepat menimbulkan gejala,” ungkapnya pada acara Zumbathon, Jumat (30/7/2021).
Untuk itu dr. Marlisye Marpaung, mengatakan bahwa perlu melakukan pencegahan agar tidak tertular pada anak, salah satunya lakukan protokol kesehatan. Selain itu, orangtua harus menjadi role model bagi anak. Bukan hanya mengedukasi, orangtua juga harus bisa memberi contoh yang baik.
“Seperti pakai masker, bagaimana cara memakai masker yang benar, kapan boleh dibuka, terus bagaimana cara mencuci tangan yang benar, menjaga jarak, dan itu harus kita contohkan,” pungkasnya.
Selanjutnya, orangtua juga perlu waspada untuk mencegah penularan di keluarga. Karena, seringkali anak justru tertular dari orangtua yang masih melakukan aktivitas dan mobilitas yang tinggi.
Selain itu, lanjut dia, penting juga bagi orangtua untuk selalu memastikan hak anak, terlebih di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini. Beberapa di antara mulai dari hak untuk hidup, hak mendapatkan akses kesehatan, pendidikan, dan mendapat kasih sayang.
“Jadi ada tiga yang paling utama, yaitu asuh, asah, asih. Kalau sudah terpenuhi itu, walaupun tidak seperti sebelum pandemi, kita perlu mencapai itu. Dan kita harus berikan penjelasan keadaan kondisi sekarang, juga memberi tahu apa itu pandemi, apa itu corona, jadi ya harus berikan edukasi,” ungkapnya lebih lanjut.
Lebih lanjut, ia juga menyampaikan bahwa orangtua perlu membatasi berita terkait pandemi, agar anak-anak tidak mudah panik dan cemas.
Baca Juga: Negatif COVID-19, Karim Benzema Siap Perkuat Real Madrid
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- 7 Bedak Wardah yang Tahan Lama Seharian, Makeup Flawless dari Pagi sampai Malam
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS