Suara.com - Makanan tidak sehat sering dikaitkan dengan berbagai efek kesehatan yang negatif. Salah satunya adalah menghambat pertumbuhan, baik secara fisik maupun mental.
Berhubungan dengan hal tersebut, Anda mungkin bertanya-tanya, mengapa makanan tidak sehat dapat menghambat pertumbuhan?
Seperti yang kita ketahui, makanan tidak sehat, seperti makanan cepat saji dan makanan olahan dikenal sebagai makanan yang rendah gizi.
Menurut sebuah studi dari journal Health Promotion Perspectives Trusted, yang dilansir Medical Health, makanan jenis ini cenderung mengandung berbagai zat yang umumnya tidak sehat.
Di antaranya ialah tinggi gula, garam, dan lemak jenuh atau trans, serta dibuat dengan banyak pengawet dan bahan olahan. Deretan bahan inilah yang memunculkan berbagai efek negatif terhadap perumbuhan, tak hanya pada anak-anak, tapi juga orang dewasa.
Dilansir Times of India, para ahli mengklaim bahwa makanan jenis ini secara teratur memiliki efek samping yang menghambat pertumbuhan anak-anak.
"Hubungan anak dengan makanan berhubungan langsung dengan pertumbuhan. Cokelat, kripik, mie instan bukanlah pilihan yang tepat saat seorang anak ingin menjadi tinggi dan pintar," kata Dr Rashmi Dwivedi, Kepala Departemen Rumah Pediatri, Rumah Sakit Hamidia.
Lebih lanjut ia menjelaskan, jika makanan tidak sehat juga menyebabkan keterlambatan pertumbuhan dan pubertas dini pada anak usia 9-10 tahun. Efek samping ini tentu berdampak buruk pada tumbuh kembang anak.
Selain itu, lanjut dia, para ahli juga mengatakan jika minuman berkarbonasi kaya kalori juga dapat memobilisasi kalsium dan tulang, yang bukan hanya untuk anak namun juga untuk dewasa.
Baca Juga: Mau Anak Tumbuh Tinggi dan Sehat, Coba Ajak Konsumsi Asupan Berikut
Sebuah studi baru juga mengatakan mengunyah makanan ringan yang diproses dan manis menimbulkan ancaman serius bagi tulang anak-anak yang sedang tumbuh. Para peneliti mengatakan bahwa makanan olahan dapat menghambat pertumbuhan tulang dan membuat anak-anak memiliki tulang yang lebih lemah bahkan dalam jumlah kecil.
Sementara, dilansir dari Academy of Nutrition and Dietetics, kita membutuhkan karbohidrat, serat, protein, kalsium, kalium, magnesium, fosfor, zat besi, seng dan juga berbagai vitamin untuk dapat tumbuh, belajar, dan berkembang.
Tentu saja, semua nutrisi yang dibutuhkan tubuh untuk terus tumbuh dan berkembang, baik secara fisik dan mental ini tidak ditemukan dalam makanan tidak sehat.
Sehingga mendapatkan nutrisi yang cukup dalam makanan sangat penting untuk memastikan pertumbuhan dan perkembangan yang tepat. Nah, berikut adalah 11 makanan yang dapat merangsang hormon pertumbuhan, seperti yang dilansir Healthline.
1. Kacang
Kacang tinggi protein dan zat besi, yang dapat melindungi dari anemia dan mendorong pertumbuhan yang tepat.
Tag
Berita Terkait
-
Bukan Sekadar Nutrisi: Rahasia Sukses MPASI Tanpa Drama dengan Metode 'Mindful Feeding'
-
Orang Tua Waspada! Ini Tanda Gangguan Pertumbuhan pada Anak: Pengaruh Hingga Dewasa
-
Bukan Sekadar Hiburan, Ada Pelajaran Parenting di Balik Film Na Willa
-
Telapak Kaki Datar pada Anak, Normal atau Perlu Diperiksa?
-
6 Promo Imlek Gerai Makanan Cepat Saji, Manfaatkan Kesempatan
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh