Suara.com - Masalah kesehatan pria bisa sangat beragam, mulai dari yang ringan sampai timbulkan masalah kesehatan parah.
“Kesehatan yang buruk tidak bisa dihindari bagi pria. Kuncinya adalah memberdayakan pria dengan pengetahuan yang mereka butuhkan untuk memahami tubuh dan pikiran mereka sendiri,” kata Jeff Foster, dokter umum, spesialis kesehatan pria seperti yang dikutip dari Independent.
Melansir dari Independent, Foster menguraikan lima masalah kesehatan pria yang umum terjadi, antara lain:
1. Kekurangan testosteron atau 'manopause'
Menurut Foster, hampir satu juta pria dipengaruhi oleh testosteron rendah dan jumlahnya meningkat setiap tahun.
Kekurangan testosteron juga dikenal sebagai andropause atau manopause, mirip menopause pada perempuan.
"Namun manpouse dapat menyerang pria dari usia 30 hingga 90 tahun," kata Foster.
“Gejalanya termasuk kelelahan, tertidur di penghujung hari, penurunan libido, peningkatan lemak tubuh atau penurunan otot, konsentrasi yang buruk, dan menjadi lebih mudah marah. Pada tahap selanjutnya, pria mungkin juga menderita keringat malam, perubahan kolesterol dan tekanan darah, risiko diabetes, dan osteoporosis (penipisan tulang)," imbuhnya.
2. Kesehatan mental
Baca Juga: Protes Tolak PPKM Diperpanjang, Pria Ini Lakukan Percobaan Bunuh Diri
Secara global, tingkat bunuh diri tetap lebih tinggi pada pria daripada perempuan.
“Alasannya adalah kombinasi dari tekanan sosial, psikologis, dan hormonal yang mengakibatkan banyak pria gagal membuka diri tentang masalah mental mereka," kata Foster.
3. Penyakit prostat
Semua pria pada akhirnya akan memiliki beberapa tingkat kanker prostat. Ini adalah kanker paling umum pada pria, terhitung seperempat dari semua kasus kanker.
“Ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi risiko kanker prostat, termasuk menghindari kelebihan berat badan, berolahraga secara teratur, menghindari kelebihan kalsium, mempertimbangkan untuk mengonsumsi vitamin D, dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara teratur,” kata Foster
4. Disfungsi ereksi (DE)
Sekitar setengah dari pria menderita DE. Kondisi ini bisa karena penyebab neurologis atau metabolik (seperti diabetes), kecemasan atau stres, kekurangan hormon, atau penyempitan suplai darah ke penis.
5. Kesehatan kardiovaskular dan obesitas
Semakin menua banyak pria yang mengembangkan obesitas sehingga memicu tingkat tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, diabetes tipe dua, penyakit jantung, dan stroke yang lebih tinggi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
- 7 HP Flagship Terkencang Versi AnTuTu Februari 2026, Jagoannya Gamer dan Multitasker
- Kenapa Pajak Kendaraan Jateng Naik, tapi Jogja Tidak? Ini Penjelasannya
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
Tantangan Pasien PJB: Ribuan Anak dari Luar Jawa Butuh Dukungan Lebih dari Sekadar Pengobatan
-
Gen Alpha Dijuluki Generasi Asbun, Dokter Ungkap Kaitannya dengan Gizi dan Mental Health
-
Indonesia Krisis Dokter Jantung Anak, Antrean Operasi Capai Lebih dari 4.000 Orang
-
Bandung Darurat Kualitas Udara dan Air! Ini Solusi Cerdas Jaga Kesehatan Keluarga di Rumah
-
Bahaya Pencemaran Sungai Cisadane, Peneliti BRIN Ungkap Risiko Kanker
-
Ruam Popok Bukan Sekadar Kemerahan, Cara Jaga Kenyamanan Bayi Sejak Hari Pertama
-
Tak Hanya Indonesia, Nyamuk Wolbachia Cegah DBD juga Diterapkan di Negara ASEAN
-
Dokter Ungkap Pentingnya Urea Breath Test untuk Cegah Kanker Lambung
-
Self-Care Berkelas: Indonesia Punya Layanan Kesehatan Kelas Dunia yang Nyaman dan Personal
-
Lupakan Diet Ketat: Ini 6 Pilar Nutrisi Masa Depan yang Bikin Sehat Fisik dan Mental di 2026