Suara.com - Vaksinasi Covid-19 dilakukan agar masyarakat memiliki antibodi tanpa perlu terinfeksi terlebih dahulu. Lalu mana yang lebih baik, antibodi dari penyintas alami atau vaksin?
Baik vaksinasi juga orang yang telah sembuh dari infeksi Covid-19 sama-sama bisa memiliki antibodi virus corona SARS Cov-2. Hanya saja yang membedakan jumlah antibodi yang dimiliki.
Meski vaksin Covid-19 telah disuntikan ke banyak orang di seluruh dunia, pro kontra terkait penggunaannya masih bermunculan karena faktor keamanannya.
Sehingga beberapa orang mungkin merasa lebih baik memiliki antibodi alami karena terinfeksi virus langsung daripada suntik vaksin. Benarkah?
"Dari penelitian pun, kalau dia OTG (orang tanpa gejala) ternyra antibodinya tidak sekuat dari yang (gejala) berat," kata Dokter spesialis anak dr. Mei Neni Sitaresmi, Sp.A(K)., PhD., dalam webinar Tanya Dokter, Minggu (8/9/2021).
Oleh sebab itu, kekuatan antibodi pada setiap penyintas Covid-19 akan berbeda-beda tergantung dari gejala yang dialaminya. Selain itu, lanjut dokter Mei, antibodi alami juga tidak bertahan lama.
Karena itu penyintas Covid-19 tetap disarankan disuntik vaksin pasca tiga bulan sembuh.
Perbedaannya dengan vaksinasi, dosis yamh disuntikan ke dalam tubuh telah ditentukan dan setiap orang dipastikan sama. Dokter Mei mengatakan, meski pembuatan vaksin Covid-19 memang jauh lebih cepat daripada vaksin pada umumnya, namun penelitiannya tetap melalui serangkaian fase.
"Ada fase klinik, pre klinik. Biasanya (pembuatan vaksin) 15 sampai 20 tahun. Misalnya, seperti vaksin HIV belum ketemu. Khususnya vaksin Covid karena sekarang pandemi, semua berkolaborasi. Jadi tidak hanya pabrik vaksin tapi ada donatur dan di banyak negara biasanya penelitian multisenter jadi ini lebih cepat. Dari uji klinis pasti sudah terjamin keamanannya," paparnya.
Baca Juga: Jalan Panjang Melawan Pandemi Covid-19
Setiap penyuntikan vaksin juga telah ditentukan jumlah dosis, diketahui efek sampinya, jadwal penyuntikan, hingga kelompok orang yang tidak bisa mendapatkan vaksin.
"Sedangkan penyakit alamiah karena karena yamg masuk tidak terkontrol. Kalau ini (vaksin) dosisnya jelas, apa yang dimasukan jelas. Apalagi nanti kita lihat varian mutasi banyak. Dia (virus corona) bisa menyerang ibu hamil, anak-anak, lansia yang punya komorbid. Oleh karena itu gejala juga bervariasi. Dari tanpa gejala hingga komplikasi dan kematian. Pembentukan antibodi juga bervariasi," pungkasnya.
Berita Terkait
-
'Kiamat' Pandemi COVID-19 Bisa Terulang Jika Selat Hormuz Terus Diblokir Iran
-
Darurat Tsunami Digital, KPAI: 5 Juta Anak RI Akses Pornografi, 80 Ribu Terjerat Judi Online!
-
Pandemi Senyap 2026: Mengapa Anak Indonesia Kembali Diserang Campak?
-
WFH demi Hemat BBM: Solusi Visioner atau Sekadar Geser Beban ke Rakyat?
-
Pemerintah Siapkan Skenario dari era Covid-19 Hadapi Krisis Energi Akibat Konflik Timur Tengah
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?
-
Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat
-
Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik
-
Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien
-
Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik
-
Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda
-
Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini
-
Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif
-
Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan