Suara.com - Kasus kematian akibat Covid-19 di Indonesia masih di atas seribu jiwa per hari. Satgas Penanganan Covid-19 mengakui, butuh waktu lebih lama untuk menurunkan angka kematian meski kasus positif harian telah menurun.
Ketua bidang data dan teknologi informasi Satgas Penanganan Covid-19 Dr. Dewi Nur Aisyah mengatakan, penurunan angka kematian akibat Covid-19 baru terjadi dalam sepekan terakhir, yakni turun 8,2 persen dari 11.977 pada periode 29 Juli sampai 4 Agustus, menjadi 11.562 selama 5 Agustus hingga 11 Agustus.
"Memang penurunan kasus sudah terjadi tiga pekan, tapi angka kematian baru berjalan dalam satu pekan. Jadi memang ada perbedaan kecepatan antara mobilitas yang kita tahan, jumlah kasus berkurang, tetapi tidak langsung angka kematian serta merta berkurang."
"Butuh waktu lebih panjang lagi untuk melihat dampak penurunan angka kematian," kata Dewi dalam siaran virtual Satgas Penanganan Covid-19, Kamis (12/8/2021).
Dalam sepekan terakhir, angka kematian masih didominasi oleh provinsi yang berada di pulau Jawa yakni Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat.
Menurut Dewi, hal itu terjadi lantaran jumlah penduduk di Jawa lebih banyak, begitu pula infeksi Covid-19 yang tercatat.
Namun, ada pula beberapa provinsi di luar Jawa yang turut menyumbangkan angka kematian akibat Covid-19 yang cukup tinggi. Di antaranya Kalimantan Timur, Lampung, Riau, dan Sumatera Selatan.
"Angka kematian ini tidak hanya berasal dari pulau Jawa yang notabene memiliki jumlah penduduk banyak, tetapi juga berasal dari provinsi luar Jawa."
"Ini yang harus kita tingkatkan kembali bagaimana cara menekan angka kematian juga yang harus dievaluasi pelayanan kesehatan percepatan penanganan dan lain sebagainya," ucapnya.
Baca Juga: Kemenkes Soal Angka Kematian Covid-19 Tinggi: Daerah Telat Input Data
Meski secara nasional angka kematian Covid-19 turun 8,2 persen dalam sepekan terakhir, Dewi menyebut ada beberapa provinsi alami kenaikan jumlah kasus meninggal dunia.
Misal Kalimantan Selatan yang angka kematiannya dalam seminggu terakhir naik dua kali lipat dari 126 jiwa menjadi 258 jiwa. Kemudian Jawa Tengah naik dari 2.803 jiwa menjadi 2.918 jiwa.
Selain itu ada Riau yang kasus kematian naik 23,2 persen, Sumatera Utara naik angka 41,2 persen, serta Kepulauan Bangka Belitung naik 34, 4 persen.
Data Satgas Covid-19 per 11 Agustus 2021, keseluruhan angka kematian Covid-19 paling banyak ada di provinsi Jawa Timur dengan jumlah 22.997 jiwa. Peringkat kedua, Jawa Tengah 22.603 jiwa, ketiga DKI Jakarta 12.798.
Kemudian Jawa Barat 10.377 jiwa dan peringkat kelima, Kalimantan Timur 3.965 jiwa.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 5 Mobil Toyota Dikenal Paling Jarang Rewel, Ideal untuk Mobil Pertama
- 5 HP Murah Alternatif Redmi Note 15 5G, Spek Tinggi buat Multitasking
- 6 Moisturizer Pencerah Wajah Kusam di Indomaret, Harga di Bawah Rp50 Ribu
Pilihan
-
Pintu Langit Dibuka Malam Ini, Jangan Lewatkan 5 Amalan Kunci di Malam Nisfu Syaban
-
Siapa Jeffrey Hendrik yang Ditunjuk Jadi Pjs Dirut BEI?
-
Harga Pertamax Turun Drastis per 1 Februari 2026, Tapi Hanya 6 Daerah Ini
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
Terkini
-
Solusi Bijak Agar Ibu Bekerja Bisa Tenang, Tanpa Harus Mengorbankan Kualitas Pengasuhan Anak
-
Dokter Saraf Ungkap Bahaya Penyalahgunaan Gas Tawa N2O pada Whip Pink: Ganggu Fungsi Otak!
-
Tidak Semua Orang Cocok di Gym Umum, Ini Tips untuk Olahraga Bagi 'Introvert'
-
Dehidrasi Ringan Bisa Berakibat Serius, Kenali Tanda dan Solusinya
-
Indonesia Masih Kekurangan Ahli Gizi, Anemia hingga Obesitas Masih Jadi PR Besar
-
Cedera Tendon Achilles: Jangan Abaikan Nyeri di Belakang Tumit
-
Super Flu: Ancaman Baru yang Perlu Diwaspadai
-
3D Echocardiography: Teknologi Kunci untuk Diagnosis dan Penanganan Penyakit Jantung Bawaan
-
Diam-Diam Menggerogoti Penglihatan: Saat Penyakit Mata Datang Tanpa Gejala di Era Layar Digital
-
Virus Nipah Sudah Menyebar di Sejumlah Negara Asia, Belum Ada Obatnya