Suara.com - Menurunkan berat badan memang sangat terkait dengan apa yang Anda konsumsi. Bukan hanya makanan, minuman pun memiliki andil dalam penurunan berat badan.
Melansir dari Insider, minuman tertentu membuat Anda kenyang lebih lama yang dapat mencegah Anda dari makan kelebihan kalori sepanjang hari.
Selain itu, minuman tertentu bahkan dapat meningkatkan metabolisme Anda sehingga dapat membakar kalori lebih efisien.
Melansir dari Insider, berikut adalah beberapa minuman yang bisa membantu menurunkan berat badan, antara lain:
1. Air
Jika Anda merasa lapar, minumlah air terlebih dahulu karena rasa lapar adalah tanda dehidrasi. Air adalah salah satu pilihan terbaik Anda untuk menurunkan berat badan.
"Tidak hanya bebas kalori, tetapi air juga membuat Anda kenyang sehingga Anda tidak makan berlebihan," kata Kristin Gillespie RD, dokter dukungan nutrisi bersertifikat di Option Care Health.
2. Teh hijau
Teh hijau mengandung katekin dan kafein, dua senyawa yang dapat meningkatkan metabolisme. Senyawa ini juga mengandung kafein yang menurut penelitian dapat membantu membakar lemak dan meningkatkan jumlah kalori yang Anda bakar saat istirahat.
Baca Juga: Cara Membuat Boba untuk Bubble Tea yang Mudah ala Rumahan, Cuma Butuh 2 Bahan!
3. Teh hitam
Teh hitam adalah alternatif yang bagus untuk kopi jika Anda sensitif terhadap kafein. Seperti teh hijau, teh hitam penuh dengan antioksidan, khususnya polifenol yang mengurangi risiko obesitas.
Ulasan tahun 2018 menemukan bahwa polifenol dalam teh mengurangi seberapa banyak tubuh Anda menyerap lemak dan gula, sehingga mengurangi asupan kalori dan mendukung penurunan berat badan.
4. Kefir
Kefir adalah minuman susu fermentasi yang mengandung hingga 61 jenis probiotik yang menyehatkan usus.
"Probiotik dalam kefir telah terbukti mengurangi berat badan dan lemak perut karena perannya dalam resistensi insulin, peradangan, dan penyimpanan lemak," kata Erin Kenney, RD, CEO Nutrition Rewired.
5. Kopi hitam
Minum kopi telah terbukti mengurangi nafsu makan dan asupan kalori sepanjang hari tetapi juga meningkatkan berapa banyak kalori yang Anda bakar saat istirahat.
Sebagai contoh, sebuah penelitian kecil tahun 2020 menemukan bahwa minum empat cangkir kopi sehari selama 24 minggu dikaitkan dengan pengurangan lemak tubuh 4 persen pada orang dewasa yang kelebihan berat badan.
Namun kopi sebaiknya tak ditambah krimer atau gula karena dapat meningkatkan kandungan kalori kopi yang membatalkan manfaat penurunan berat badan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- 7 HP Xiaomi RAM 8 GB Termurah di Februari 2026, Fitur Komplet Mulai Rp1 Jutaan
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
Pilihan
-
Kembali Diperiksa 2,5 Jam, Jokowi Dicecar 10 Pertanyaan Soal Kuliah dan Skripsi
-
Geger! Pemain Timnas Indonesia Dituding Lakukan Kekerasan, Korban Dibanting hingga Dicekik
-
Polisi Jamin Mahasiswi Penabrak Jambret di Jogja Bebas Pidana, Laporan Pelaku Tak Akan Diterima
-
Komisi III DPR Tolak Hukuman Mati Ayah di Pariaman yang Bunuh Pelaku Kekerasan Seksual Anaknya
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
Terkini
-
Rahasia Puasa Tetap Kenyang Lebih Lama Tanpa Loyo, Ini Pendamping Sahur yang Tepat
-
Lantai Licin di Rumah, Ancaman Diam-Diam bagi Keselamatan Anak
-
Zero-Fluoroscopy, Solusi Minim Risiko Tangani Penyakit Jantung Bawaan Anak hingga Dewasa
-
Olahraga Saat Puasa? Ini Panduan Lengkap dari Ahli untuk Tetap Bugar Tanpa Mengganggu Ibadah
-
Google dan Meta Dituntut Karena Desain Aplikasi Bikin Anak Kecanduan
-
Bergerak dengan Benar, Kunci Hidup Lebih Berkualitas
-
Direkomendasikan Para Dokter, Ini Kandungan Jamtens Tangani Hipertensi dan Kolesterol
-
Perubahan Iklim Bikin Nyamuk DBD Makin Ganas, Dokter: Kini Bisa Berulang 2 Tahunan
-
Mengenal Ultra Low Contrast PCI, Pendekatan Tindakan Jantung yang Lebih Ramah Ginjal
-
Bukan Sekadar Timbangan: Mengapa Obesitas Resmi Jadi Penyakit Kronis di 2026?