Suara.com - Rambut bayi lebat dan sehat tentu jadi dambaan para orangtua. Tapi masalahnya, tak semua bayi dianugerahi rambut dengan kriteria seperti itu. Lalu, muncullah anggapan bahwa rambut bayi akan menjadi lebih lebat jika digunduli. Benarkah?
Bayi baru lahir secara umum memang memiliki rambut tipis sehingga terlihat hampir botak. Namun, ada pula bayi baru lahir dengan rambut tebal. Kondisi rambut bayi baru lahir itu tidak permanen dan bukan menggambarkan kondisi rambutnya saat dewasa.
Dikutip dari situs resmi Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin (Perdoski), rambut bayi baru lahir disebut velus, bertekstur halus, tipis dan berwarna lembut. Rambut mulai tumbuh saat janin berusia 5-6 bulan di dalam kandungan.
Saat bayi berusia 3-4 bulan, velus akan rontok perlahan-lahan hingga berganti semua menjadi rambut permanen. Proses ini berlangsung hingga bayi berusia 1 tahun.
Saat bayi menginjak usia 1 tahun, struktur rambut mulai berbeda. Helai rambut lebih kasar dan tebal, pigmen rambut mulai terlihat mengikuti warna rambut orang tua. Rambut anak berusia di atas 1 tahun disebut rambut terminal.
Rambut bayi juga dipengaruhi oleh faktor genetik. Warna rambut, bentuk folikel rambut, dan ketebalan helai rambut tidak akan jauh berbeda dari orang tua atau kakek-neneknya.
Jumlah folikel rambut bayi sudah tetap sejak lahir dan tidak berubah hingga dewasa. Sehingga orangtua sebenarnya tidak perlu khawatir bila anak lahir dengan rambut tipis atau botak, karena rambutnya pasti akan tumbuh.
Sebaliknya, rambut lebat bayi baru lahir tidak menjamin rambutnya akan lebat seterusnya. Jadi, menggunduli bayi tidak akan membuat rambutnya tumbuh lebih lebat.
Menurut Perdoski, lebat tidaknya rambut bayi ditentukan jumlah folikel rambut yang sudah tetap sejak lahir.
Baca Juga: Lahir dengan Rambut Super Lebat, Bayi Ini Curi Perhatian Orang Banyak
Meski begitu bukan berarti tidak ada manfaatnya mencukur habis rambut bayi. Tindakan itu bisa bantu melihat apakah ada iritasi, bisul atau gangguan lainnya di kulit kepala bayi, sehingga juga lebih mudah diobati.
Kepala bayi juga umumnya lebih mudah berkeringat, sehingga dengan mencukur habis rambutnya akan membuat kepala bayi lebih sejuk karena adanya sirkulasi udara yang lebih baik di kepala bayi.
Sementara itu, penggunaan losion rambut pada kepala bayi bukan untuk menambah jumlah folikel rambut sehingga lebih lebat. Melainkan untuk memberikan nutrisi yang dapat memperkuat akar rambut dan menambah volume helai rambut sehingga tampak lebih tebal.
Penggunaan losion rambut juga tidak boleh dilakukan secara berlebihan untuk mencegah reaksi iritasi di kulit kepala bayi. Jadi, orangtua sebenarnya tidak wajib menggunakan losion rambut pada bayi. Karena secara alami, rambut bayi akan tumbuh sesuai usianya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi Mobil Kecil untuk Wanita, Harga Mulai Rp80 Jutaan
- Detik-detik Menteri Trenggono Pingsan di Podium Upacara Duka, Langsung Dilarikan ke Ambulans
Pilihan
-
Pertamina Mau Batasi Pembelian LPG 3 Kg, Satu Keluarga 10 Tabung/Bulan
-
Keponakan Prabowo Jadi Deputi BI, INDEF: Pasar Keuangan Pasang Mode Waspada Tinggi
-
Purbaya Hadapi Tantangan Kegagalan Mencari Utang Baru
-
5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
Danantara Mau Caplok Tambang Emas Martabe Milik Astra?
Terkini
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Punya Layanan Bedah Robotik Bertaraf Internasional
-
Hari Gizi Nasional: Mengingat Kembali Fondasi Kecil untuk Masa Depan Anak
-
Cara Kerja Gas Tawa (Nitrous Oxide) yang Ada Pada Whip Pink
-
Ibu Tenang, ASI Lancar: Kunci Menyusui Nyaman Sejak Hari Pertama
-
Kisah Desa Cibatok 1 Turunkan Stunting hingga 2,46%, Ibu Kurang Energi Bisa Lahirkan Bayi Normal
-
Waspada Penurunan Kognitif! Kenali Neumentix, 'Nootropik Alami' yang Dukung Memori Anda
-
Lompatan Layanan Kanker, Radioterapi Presisi Terbaru Hadir di Asia Tenggara
-
Fokus Turunkan Stunting, PERSAGI Dorong Edukasi Anak Sekolah tentang Pola Makan Bergizi
-
Bukan Mistis, Ini Rahasia di Balik Kejang Epilepsi: Gangguan Listrik Otak yang Sering Terabaikan
-
Ramadan dan Tubuh yang Beradaptasi: Mengapa Keluhan Kesehatan Selalu Datang di Awal Puasa?