Suara.com - Sebuah laporan intelijen AS yang sangat dinanti-nantikan tentang asal usul virus corona telah gagal mencapai kesimpulan tegas.
Laporan itu tidak berhasil menajawab apakah virus corona pertama kali masuk ke manusia melalui kontak dengan hewan yang terinfeksi atau bahwa virus entah bagaimana lolos dari laboratorium.
Kedua hipotesis tetap masuk akal, menurut ringkasan yang tidak dirahasiakan dari kesimpulan utama laporan yang dirilis pada hari Jumat oleh Kantor Direktur Intelijen Nasional.
Komunitas intelijen "tetap terbagi atas kemungkinan asal usul COVID-19 yang paling mungkin. Semua lembaga menilai bahwa dua hipotesis masuk akal: paparan alami terhadap hewan yang terinfeksi dan insiden terkait laboratorium," ringkasan singkat menyatakan.
Lebih dari tiga bulan yang lalu, Presiden Biden memerintahkan badan-badan intelijen untuk melakukan tinjauan sistematis dan terperinci dari setiap informasi yang telah dikumpulkan. Hal itu agar dapat menjelaskan apa yang sebenarnya memicu pandemi global.
“Dunia layak mendapat jawaban, dan saya tidak akan beristirahat sampai kita mendapatkannya,” kata Biden pada hari Jumat, mengomentari laporan tersebut. "Kita semua harus lebih memahami bagaimana COVID-19 muncul untuk mencegah pandemi lebih lanjut."
Biden mengatakan pemerintahannya akan terus mendorong untuk mempelajari lebih lanjut tentang asal usul pandemi COVID-19 dan mengkritik China karena mencegah penyelidik internasional mengakses apa yang disebutnya "informasi penting" tentang virus corona sejak awal pandemi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
Terkini
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan
-
Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak
-
Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan
-
Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari
-
Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit
-
Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya
-
Solusi Membasmi Polusi Kekinian ala Panasonic
-
Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan
-
Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD
-
17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi