Suara.com - Menurut sebuah studi baru, menyalakan kamera selama rapat atau sekolah virtual dengan zoom meningkatkan perasaan lelah. Hal ini dinyatakan dalam penelitian yang terbit pada Journal of Applied Psychology.
Menurut penelitian tersebut, menyalakan kamera zoom memicu perasaan terkuras dan kekurangan energi.
Melansir dari Healthshots, penelitian baru yang dilakukan oleh Allison Gabriel, Profesor Manajemen dan Organisasi McClelland menunjukkan bahwa kamera yang menyala mungkin jadi penyebab rasa kelelahan.
Penelitian Gabriel melihat peran kamera dalam kelelahan karyawan dan mengeksplorasi apakah perasaan lelah lebih buruk bagi karyawan tertentu.
“Selalu ada asumsi bahwa jika Anda menyalakan kamera selama rapat, Anda akan lebih terlibat,” kata Gabriel.
“Tetapi ada juga banyak tekanan presentasi diri terkait dengan berada di depan kamera. Seperti memiliki latar belakang profesional dan terlihat siap, atau menjauhkan anak-anak dari tempat rapat bisa menjadi penambah tekanan,” ujar Gabriel.
Setelah percobaan empat minggu yang melibatkan 103 peserta dan lebih dari 1.400 pengamatan, Gabriel dan rekan-rekannya menemukan bahwa memang lebih melelahkan untuk menyalakan kamera selama rapat virtual.
“Ketika orang-orang memiliki kamera atau diminta untuk tetap menyalakan kamera, mereka melaporkan lebih banyak kelelahan daripada rekan-rekan mereka yang tidak menggunakan kamera. Dan kelelahan itu berkorelasi dengan lebih sedikit suara dan lebih sedikit keterlibatan selama rapat,” kata Gabriel.
“Jadi, pada kenyataannya mereka yang menggunakan kamera berpotensi berpartisipasi lebih sedikit daripada mereka yang tidak menggunakan kamera. Ini bertentangan dengan kebijaksanaan konvensional bahwa kamera diperlukan untuk digunakan dalam pertemuan virtual,” tambah Gabriel.
Baca Juga: Kelelahan Usai Pulih dari Virus Corona Covid-19, Coba Konsumsi 5 Makanan Ini!
Gabriel juga menemukan bahwa efek ini lebih kuat untuk perempuan dan karyawan yang kemungkinan mengalami tekanan presentasi diri.
“Karyawan yang cenderung lebih rentan dalam hal posisi sosial mereka di tempat kerja, seperti perempuan dan karyawan baru memiliki perasaan lelah yang meningkat ketika mereka harus terus menyalakan kamera selama rapat,” kata Gabriel.
“Perempuan sering merasakan tekanan untuk menjadi sempurna tanpa usaha atau memiliki kemungkinan gangguan penitipan anak yang lebih besar, dan karyawan baru merasa mereka harus berada di depan kamera dan berpartisipasi untuk menunjukkan produktivitas,” jelas Gabriel.
Berita Terkait
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?
-
Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia
-
4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius