Suara.com - Orang yang divaksinasi masih bisa terinfeksi Covid-19. Namun mereka cenderung memiliki risiko infeksi parah dan membutuhkan rawat inap.
Melansir dari Medicinenet, hasil penelitian menunjukkan bahwa orang yang sudah divaksin risikonya berkurang hingga dua per tiga untuk dirawat di rumah sakit jika terinfeksi Covid-19. Penelitian telah diterbitkan pada jurnal The Lancet Infectious Diseases.
Vaksinasi meningkatkan kemungkinan infeksi Covid-19 tanpa gejala dan mengurangi separuh risiko gejala jangka panjang atau Long Covid.
“Kita berada pada titik kritis dalam pandemi karena melihat kasus meningkat di seluruh dunia akibat varian Delta. Fakta bahwa vaksin ini bekerja persis dengan apa yang peneliti rencanakan, menyelamatkan nyawa dan mencegah penyakit serius," kata rekan penulis Claire Steves, dari King's College London.
"Penelitian lain menunjukkan angka kematian setinggi 27 persen untuk pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit. Kami dapat sangat mengurangi angka itu dengan menjauhkan orang dari rumah sakit melalui vaksinasi," kata Steves dalam rilis berita jurnal.
Dari lebih dari 1,2 juta orang dewasa yang menerima setidaknya satu dosis vaksin Pfizer, Moderna atau AstraZeneca, kurang dari 0,5 persen melaporkan infeksi usai vaksinasi yang lebih dari 14 hari setelah dosis pertama mereka.
Di antara lebih dari 971.000 orang dewasa yang menerima dua dosis vaksin, kurang dari 0,2 persen mengalami infeksi lebih dari tujuh hari setelah dosis kedua mereka.
Dan bagi mereka yang dites positif Covid-19, kemungkinan besar mereka bebas gejala. Kemungkinan infeksi tanpa gejala meningkat sebesar 63 persen setelah satu dosis vaksin dan sebesar 94 persen setelah dosis kedua.
Risiko rawat inap berkurang sekitar 70 persen setelah satu atau dua dosis, dan risiko penyakit parah (lima atau lebih gejala pada minggu pertama penyakit) berkurang sekitar sepertiga.
Baca Juga: Kunjungi Sentra Vaksinasi Nelayan, Puan Maharani Minta Jangan Ada Kesenjangan
Peluang Long Covid juga berkurang 50 persen setelah vaksinasi dosis kedua.
Selain itu, orang yang divaksinasi jika terinfeksi biasanya hanya mengembangkan gejala, seperti kelelahan, batuk, demam, dan kehilangan rasa dan bau.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
Pilihan
-
Iran Angkat Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Pengganti Ali Larijani
-
Heboh Wanita Muda Hendak Akhiri Hidup di Depan Istana Merdeka, Untung Ketahuan Paspampres
-
Kasus Dean James Memanas, Pundit Belanda: Efeknya Bisa Guncang Eredivisie
-
BTS ARIRANG Pecahkan Rekor Netflix! Comeback Global Tak Terkalahkan di 77 Negara
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
Terkini
-
Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit
-
Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak
-
Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini
-
Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi
-
Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!
-
Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?
-
Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung
-
Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman
-
Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi
-
Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga