Suara.com - Menurut kelompok yang mewakili lebih dari 100 asosiasi Alzheimer dan demensia secara global, dunia mungkin tidak siap untuk menghadapi lonjakan kasus demensia yang akan terjadi setelah pandemi virus corona Covid-19.
Alzheimer’s Disease International mendesak Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan pemerintah di seluruh dunia untuk segera mempercepat penelitian tentang dampak potensial virus corona Covid-19 pada peningkatan kasus demensia.
Beberapa penelitian mengakatan pandemi virus corona Covid-19 bisa menyebabkan peningkatan jumlah pasien demensia yang signifikan dalam jangka panjang.
Selain itu, infeksi virus corona Covid-19 juga bisa meningkatkan risiko seseorang terkena demensia dan menyebabkan gejala masalah kesehatan ini muncul lebih awal.
Umumnya dilansir dari CNBC, demensia mengaku pada kerusakan di otak yang merusak memori, pikiran, perilaku, dan emosi. Sedangkan, Alzheimer adalah bentuk paling umum dari demensia dan sekarang ini belum ada obatnya.
Dalam jangka pendek, tingkat kasus demensia bisa menurun sebagai akibat dari tingginya jumlah kematian penderita demensia akibat virus corona Covid-19, yang mana antara 25 hingga 45 persen dari semua kematian akibat virus corona Covid-19 diperkirakan terjadi pada orang yang menderita demensia.
Tetapi, jumlah orang yang menderita demensia bisa meningkat tajam dalam jangka panjang, karena dampak neurologi akibat virus corona Covid-19.
Sejak virus corona Covid-19 pertama kali muncul di China akhir 2019, lebih dari 217 juta kasus virus corona Covid-19 telah dilaporkan.
Menurut data resmi oleh Universitas Johns Hopkins, lebih dari 18 juta orang terdeteksi dalam 28 hari terakhir.
Baca Juga: FDA Sebut Pasien Virus Corona Harus Suntik Vaksin Covid-19
Jumlah aktual kasus Covid secara global kemungkinan lebih tinggi dari yang dilaporkan. Hal itu sebagian terjadi karena faktor-faktor seperti kurangnya pengujian untuk mengungkap infeksi dan kapasitas yang tidak memadai untuk melaporkan kasus.
Menurut Alzheimer’s Disease International (ADI), banyak penelitian yang harus dilakukan untuk memahami hubungan antara demensia dan virus corona Covid-19.
“Banyak ahli demensia di seluruh dunia sangat prihatin dengan hubungan antara demensia dan gejala neurologis COVID-19,” kata Paola Barbarino, kepala eksekutif ADI.
Panel Penasihat Medis dan Ilmiah kelompok tersebut, yang terdiri dari para ahli global tentang demensia, telah membentuk kelompok kerja untuk mempelajari hubungan tersebut dan cara mengatasinya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 5 HP Murah 5G di Bawah Rp2 Juta, Koneksi Kencang untuk Multitasking
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan
-
Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak
-
Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan
-
Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari
-
Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit
-
Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya
-
Solusi Membasmi Polusi Kekinian ala Panasonic
-
Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan
-
Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD