Suara.com - Aktivitas belajar mengajar tatap muka sudah mulai dijalankan seiring keputusan pemerintah untuk menurunkan level PPKM dari level 4 ke level 3. Bagi orangtua, keputusan tersebut bisa jadi angin segar, tapi juga bisa menjadi keputusan yang riskan.
Banyak orangtua merasa khawatir anak tak terproteksi dengan baik saat sekolah tatap muka, hingga berisiko terinfeksi virus corona jenis baru tersebut.
Dikutip Suara.com dari laman npr.go, berikut ini adalah enam strategi yang bisa diterapkan di lingkungan kelas selama proses sekolah tatap muka berlangsung.
1. Buat pelindung di sekitar anak
Cara yang paling tepat adalah dengan hanya mengizinkan anak yang telah divaksinasi yang boleh mengikuti proses belajar mengajar tatap muka di sekolah.
Meski demikian, secara aturan hanya anak berusia di atas 12 tahun yang boleh divaksin. Dengan begitu, maka anak di bawah usia tersebut harus 'dikelilingi' oleh orang dewasa yang telah divaksinasi. Bila sudah memenuhi target tersebut, maka anak diperkenankan mengikuti proses belajar mengajar tatap muka.
2. Wajib pakai masker
Memakai masker menjadi hal wajib selama proses belajar mengajar. Tapi penting juga untuk menggunakan masker yang baik.
Apalagi penggunaan masker terbukti berhasil menekan angka sebaran infeksi yang disebabkan oleh virus corona baru tersebut.
3. Memiliki ventilasi yang baik
Ruangan kelas harus memiliki sistem ventilasi yang baik. Terlebih virus corona juga bisa menyebar melalui udara dan berisiko menyebabkan sakit jika tersebar di ruangan tertutup.
Sangat dianjurkan sekolah untuk menguji kemampuan ventilasi setiap ruangan dengan menggunakan pengukur karbon dioksida portabel.
Baca Juga: KM Lawit Mulai Beroperasi Tampung Pasien COVID-19 di Lampung
4. Gunakan filter udara bertenaga HEPA
Filter HEPA dipercaya efektif menghilangkan dan membunuh partikel seperti virus. Pastikan memiliki alat pembersih udara yang sesuai dengan ukuran kelas.
5. Gunakan fasilitas luar ruangan
Jangan hanya saat waktu istirahat, pelajaran tatap muka baiknya juga lebih banyak di lakukan di ruangan dengan udara terbuka.
Sekolah juga baiknya mengurangi jam istirahat guna mencegah anak-anak membuka masker saat makan dan bermain hingga berisiko terinfeksi Covid-19.
6. Lakukan jaga jarak selalu
Sekolah juga perlu menerapkan aturan jaga jarak yang ketat dengan mengurangi kapasitas kelas dalam satu kali sesi belajar mengajar.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya
-
Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?
-
Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat
-
Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik
-
Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien
-
Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik
-
Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda
-
Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini
-
Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif