Suara.com - Pandemi Covid-19 bukan hanya berdampak pada pasien itu sendiri, tapi juga situasi penanganan gawat darurat di rumah sakit. Padahal penanganan kondisi pasien dalam status gawat darurat yang mengancam keberlangsungan hidup pasien, perlu segera dilakukan tindakan.
Perlu pertolongan secara medis guna menghindari kecacatan bahkan kematian. Gawat darurat yang sifatnya mendadak dan dapat terjadi sewaktu-waktu kepada siapapun.
"Keadaan darurat pasien pun harus memperhatikan segala sesuatunya yang mungkin terjadi, misalnya memperhatikan seperti adanya penyakit dan trauma dengan memperhatikan berbagai fungsi organ vital, " tutur ungkap dokter RS Siloam Hospital, Dwi Putri Saraswati.
Ia mengatakan bahwa dalam penanganan darurat, fungsi organ vital yang wajib diperhatikan antara lain fungsi organ dan sirlulasi, jalan nafas dan fungsi nafas, fungsi dari otak dan kesadaran hingga organ lainnya sebagai penunjang.
"Penanganan dilakukan agar jalan nafas tidak terganggu, melalui menghilangkan sumbatan jika ditemukan pada diri pasien, seperti adanya benda asing, riwayat penyakit asma atau akibat trauma pada wajah yang menggangu jalan nafas pun dapat pula disebabkan oleh konsumsi obat obatan, " papar Dwi Putri Saraswati.
Dwi menambahkan, kondisi gawat darurat dapat pula disebabkan oleh turunnya fungsi otak akibat penyakit stroke, infeksi, dehidrasi hingga turunnya kesadaran pada diri pasien.
"Hal ini semua termasuk kriteria gawat darurat. Sementara pasien tidak gawat darurat adalah kondisi pasien diluar kriteria dengankondisi yang tergolong tidak terlalu membahayakan serta dapat disembuhkan melalui perawatan umum atau dengan istirahat yang cukup, imbuh Dwi yang merupakan Dokter umum dari Unit Gawat Darurat Siloam Hospitals Mataram.
Ia menjelaskan bahwa di masa pandemi, pihaknya secara tegas dan berkelanjutan turut melakukan pelaksanaan penanganan pasien tanpa resiko terpapar Covid -19. Beberapa di antaranya yaitu pemberian vaksin bagi seluruh tenaga kesehatan dan seluruh karyawan, pemberian disenfektant area terbaik dalam layanan rumah sakit, pelaksanaan protokol kesehatan secara ketat, screnning berkelanjutan bagi setiap individu dalam area bahkan triase, yaitu pemisahan area pasien covid dan non covid.
"Karenanya, tidak perlu khawatir untuk segera datang ke fasilitas kesehatan, sepeti rumah sakit, puskesmas pun klinik. Terlebih pada pasien dengan kondisi gawat darurat. Segera bawa ke rumah sakit, " pungkas dr. Dwi Putri Saraswati mengingatkan.
Baca Juga: Kakorlantas Polri Gandeng Kyai Bagikan 2.000 Paket Sembako Kepada Petani Banten
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat
-
Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance
-
Notarace 2026 Siap Digelar, Ajang Lari yang Padukan Olahraga dan Wawasan Hukum
-
Rekomendasi Dokter Richard, Ini Solusi Praktis Redakan Wasir dengan Cara Alami
-
Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun