Suara.com - Work from home alias bekerja dari rumah menghadirkan tantangan baru bagi orang tua, yakni kesulitan bermain dengan anak.
Meski sulit, dokter spesialis anak dari FKUI-RSCM, dr. Mesty Ariotedjo, Sp.A, mengatakan bermain dengan anak saat WFH masih memungkinkan kok!
"WHO dan UNICEF menyarankan orang tua untuk menyempatkan setidaknya waktu 30 menit bersama anak, per anak, untuk melakukan quality time. Ini penting sekali untuk membangun hubungan berkualitas itu, karena bonding akan ikut mengembangkan kemampuan sosial anak, dan fungsi-fungsi lainnya, dan jangan sampai kita sebagai orang tua terlewat momen-momen itu," kata dr. Mesty dalam jumpa pers, melansir ANTARA.
Lebih lanjut, dr. Mesty mengatakan bahwa orang tua harus terlibat dalam tumbuh-kembang anak lewat bermain bersama. Meskipun bekerja dari rumah mungkin lebih menantang, orang tua harus bisa membedakan waktu untuk bekerja dan bermain bersama buah hati.
"Caranya bagaimana? Misalnya, orang tua bisa membuat spot khusus yang bisa diidentifikasi oleh anak bahwa orang tuanya sedang bekerja, sehingga anak juga tahu kalau ini adalah waktunya ayah-bunda bekerja, sehingga harus bermain sendiri untuk sementara waktu," jelas dia.
"Bagaimana kalau ada pekerjaan yang urgent di waktu bermain? Kita harus minta maaf karena ada pekerjaan yang harus diselesaikan. Situasi di rumah tidak harus selalu ideal, yang penting adalah bagaimana kita bisa komunikasikannya dengan anak-anak," ujarnya menambahkan.
Jika anak terpaksa bermain sendiri, dr. Mesty mengatakan orang tua perlu mengetahui bahwa terdapat mainan-mainan yang sesuai dengan usia dan fase pertumbuhannya. Namun, jika terlalu terobsesi dan berlebihan memberikan stimulasi, juga tidak baik.
"Di sisi lain, ketika anak sedang bermain sendiri, anak juga tidak boleh untuk di-over-stimulate, karena anak harus mengetahui adanya rasa bosan dan akhirnya bisa bermain sendiri dengan apa yang ada di sekelilingnya untuk memacu imajinasi dan kreativitasnya," ujarnya.
"Orang tua juga bisa membangun rutinitas untuk anak-anak. Dengan kita punya jadwal beraktivitas, anak akan terbiasa untuk bersiap, dan dia akan cenderung lebih menerima harinya dan bahagia," imbuhnya.
Baca Juga: Asli Kejam Banget! Viral Karyawan WFH Dituduh Judi Online, Ibu: Tobat Kamu Le, Haram!!!
Saat disinggung mengenai penggunaan gawai, dr. Mesty memaparkan sebuah studi yang menunjukkan bahwa di negara berkembang seperti Indonesia, 43 persen anak-anak berusia 0-5 tahun tidak mencapai potensi perkembangan sesuai umur karena banyak diberikan gawai dan tidak bermain dengan permainan yang sesuai usianya.
"Sekarang ini juga mulai ada tren gangguan sensorik, karena indera-indera sensori anak tidak terlatih dengan optimal karena pemberian gadget terlalu dini," kata dr. Mesty.
"Carilah mainan yang merangsang sensori mereka, sehingga anak bisa mengenal tekstur, bermain outdoor yang menunjang keseimbangan dan menyiapkan kemandirian dan hubungan sosial mereka. Lalu, bermain langsung dan bertemu orang, yang menghasilkan interaksi dua arah yang penting bagi kemampuan sosial anak agar terasah," imbuhnya. [ANTARA]
Berita Terkait
-
Aturan WFA Libur Nyepi dan Idul Fitri 1447 H, Perusahaan Diminta Ikuti Regulasi
-
Jakarta Masih Siaga Hujan Ekstrem, Pramono Anung Perpanjang PJJ dan WFH Hingga 1 Februari
-
Jakarta Dikepung Cuaca Ekstrem, Pemprov DKI Imbau Perusahaan Terapkan WFH
-
Pemerintah Kaji Program Work from Mal, APBI Sebut Sejalan dengan Tren Kerja Fleksibel
-
Skema WFA ASN dan Pegawai Swasta Nataru 2025, Termasuk TNI dan Polri
Terpopuler
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
- 7 HP Flagship Terkencang Versi AnTuTu Februari 2026, Jagoannya Gamer dan Multitasker
- Kenapa Pajak Kendaraan Jateng Naik, tapi Jogja Tidak? Ini Penjelasannya
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
Bahaya Pencemaran Sungai Cisadane, Peneliti BRIN Ungkap Risiko Kanker
-
Ruam Popok Bukan Sekadar Kemerahan, Cara Jaga Kenyamanan Bayi Sejak Hari Pertama
-
Tak Hanya Indonesia, Nyamuk Wolbachia Cegah DBD juga Diterapkan di Negara ASEAN
-
Dokter Ungkap Pentingnya Urea Breath Test untuk Cegah Kanker Lambung
-
Self-Care Berkelas: Indonesia Punya Layanan Kesehatan Kelas Dunia yang Nyaman dan Personal
-
Lupakan Diet Ketat: Ini 6 Pilar Nutrisi Masa Depan yang Bikin Sehat Fisik dan Mental di 2026
-
Waspadai Jantung dan Stroke Tak Bergejala, Teknologi Presisi Jadi Kunci Penanganan Cepat
-
Waspadai Jantung dan Stroke Tak Bergejala, Teknologi Presisi Jadi Kunci Penanganan Cepat
-
Rahasia Puasa Tetap Kenyang Lebih Lama Tanpa Loyo, Ini Pendamping Sahur yang Tepat
-
Lantai Licin di Rumah, Ancaman Diam-Diam bagi Keselamatan Anak