- Mendagri Tito Karnavian menegaskan bahwa kebijakan WFH bagi ASN merupakan instruksi nasional wajib yang harus dilaksanakan seluruh pemerintah daerah.
- Pemerintah Kabupaten Dompu menyatakan masih mengkaji penerapan kebijakan tersebut karena mempertanyakan relevansi instruksi pusat terhadap kondisi di daerah.
- Tito menekankan penerapan WFH bertujuan mendukung transformasi birokrasi agar tercipta budaya kerja pemerintah yang lebih efektif dan efisien.
Suara.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian memberikan tanggapan tegas terhadap sejumlah pemerintah daerah (Pemda) yang masih mengkaji atau enggan menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).
Ia menekankan bahwa kebijakan tersebut merupakan instruksi nasional yang wajib dipatuhi oleh seluruh daerah di Indonesia.
Pernyataan ini muncul menyusul adanya laporan bahwa beberapa wilayah, salah satunya Kabupaten Dompu, masih mempertimbangkan kebijakan tersebut dengan alasan tidak semua arahan pusat harus serta-merta dijalankan di tingkat daerah.
Tito menjelaskan, bahwa meskipun daerah memiliki otonomi, kebijakan strategis nasional tetap harus diimplementasikan sebagai bentuk keselarasan pemerintahan.
"Kebijakan itu prinsipnya harus diterapkan. Cuman masalah proporsinya yang diserahkan kepada daerah diskresinya, berapa yang WFH berapa yang WFO (Work From Office)," ujar Tito ditemui di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (13/4/2026).
Tito mengingatkan bahwa kepatuhan daerah terhadap kebijakan yang telah digariskan oleh pemerintah pusat merupakan cerminan dari integritas dan loyalitas struktur pemerintahan di bawahnya.
"Tapi sebagai kebijakan nasional, ya harus diikutin, laksanakan ya. Untuk menunjukkan bahwa daerah itu juga loyal kepada pemerintah pusat," tegas mantan Kapolri tersebut.
Lebih lanjut, Tito memaparkan bahwa kebijakan WFH bagi ASN bukan sekadar merespons situasi tertentu, melainkan bagian dari agenda besar pemerintah dalam memodernisasi birokrasi.
Ia menilai fleksibilitas tempat kerja dapat memicu efisiensi jika dikelola dengan benar.
Baca Juga: Pastikan Program Unggulan Presiden Berjalan, Mendagri Tinjau Program Perumahan Rakyat di Tomohon
"Ini dalam rangka untuk transformasi budaya kerja yang lebih efektif dan efisien," pungkasnya.
Sebelumnya, Bupati Dompu, Bambang Firdaus, mengatakan, bahwa kebijakan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di daerahnya masih dalam tahap kajian dan belum pasti diterapkan.
Ia mengakui memang kebijakan WFH punya potensi mengurangi penggunaan bahan bakar minyak atau BBM. Tapi seberapa efektif kebijakan tersebut menurut masih perlu kajian.
"Akan kita kaji, tidak selamanya semua arahan pusat itu harus kita laksanakan," kata Bambang.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- 5 HP Infinix Kamera Bagus dan RAM Besar, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- 5 HP Samsung Kamera Bagus dan RAM Besar, Pas buat Multitasking
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Ibu dan Anak Tewas Terlindas Bus AKAP di Depan Terminal Kampung Rambutan
-
Jubir Buka Peluang JK Dialog soal Laporan Dugaan Penistaan Agama
-
Tak Semua Penghijauan Berdampak Positif, Studi Ungkap Ancaman di Balik Penanaman Pohon Massal
-
Jejak Gelap Aep Saepudin: Sosok Pendiam di Rancaekek yang Jadi Broker Senpi Ilegal Ki Bedil
-
Esra Erkomay: Deteksi Dini Harus Jadi Budaya Agar Kanker di Indonesia Bukan Lagi Vonis Mati
-
Pramono Sebut Parpol Bisa Beli Nama Halte, NasDem Langsung Incar Naming Rights Gondangdia
-
Nekat Foto di Jalur Maut Sitinjau Lauik, Rombongan Arteria Dahlan Bikin Polisi Kena Getahnya!
-
Operasi Imigrasi Sapu Bersih, 346 WNA Diciduk dalam 5 Hari
-
Tolak 'War Tiket Haji', Maman DPR: Ibadah Bukan Ajang Kompetisi Klik Internet!
-
1,5 Tahun Menjabat, Kepercayaan Publik pada Prabowo Tembus 75,1 Persen, MBG Jadi Faktor Utama