Suara.com - Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia alias World Prevention Day diperingati pada tanggal 10 September setiap tahunnya. Tahun ini, kampanye pencegahan fokus pada risiko aksi bunuh diri yang bisa menular. Benarkah demikian?
Peneliti kesehatan mental dr. Sandersen Onie membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan aksi bunuh diri yang dilakukan seseorang bisa memicu orang lain melakukan hal yang sama.
"Masalah penularan, itu betul sekali, bahkan di bahasa Inggris kita namakan suicide contagion," ujar dokter yang akrab disapa Sandy itu dalam acara peluncuran website dan tools pencegahan bunuh diri, Sabtu (11/9/2021).
dr. Sandy menjelaskan bahwa bunuh diri bisa ditularkan melalui berita, bahkan akan sangat berdampak pada orang yang mengenal sosok yang melakukan bunuh diri tersebut.
Tidak hanya itu, saat adanya pemberitaan selebriti yang bunuh diri, maka risiko masyarakat khususnya penggemar untuk melakukan hal yang sama pun meningkat.
"Jadi betul sekali penularan bunuh diri adalah satu problem yang cukup besar," imbuh dr. Sandy.
Untuk itu, penting bagi masyarakat tahu cara menurunkan risiko penularan bunuh diri ini dengan edukasi, pemahaman, dan pencegahan aksi bunuh diri dengan perencanaan keamanan.
Perencanaan keamanan ini meliputi data, bagaimana tanda waspada seseorang yang ingin melakukan bunuh diri, dengan sikap, gejala fisik dan emosi. Seperti susah tidur atau tidur lebih lama, mudah menangis, terlihat lesu, tidak bergairah, tidak miliki harapan dan tujuan.
Dalam perencanaan itu juga disebutkan, apa yang bisa membuat mereka tetap bertahan hidup, lalu apa hal yang membuat mereka nyaman dan aman, serta nomor kontak cepat orang terdekat.
Baca Juga: Jasad Pria Diduga Bunuh Diri dari Jembatan Suramadu Ditemukan
"Untuk melakukan rencana keamanan tidak usah menunggu psikolog klinis, itu bisa dilakukan siapa saja," pungaks dr. Sandy.
Anda juga bisa menghubungi LSM Jangan Bunuh Diri melalui email janganbunuhdiri@yahoo.com dan telepon di 021 9696 9293. Ada pula nomor hotline Halo Kemkes di 1500-567 yang bisa dihubungi untuk mendapatkan informasi di bidang kesehatan 24 jam.
Berita Terkait
-
Kekecewaan Rizky Ridho Persija Jakarta Takluk dari Semen Padang Akibat Gol Bunuh Diri Jordi Amat
-
Gol Bunuh Diri Jordi Amat Bikin Geger, Disebut Netizen Layak Masuk Puskas Award
-
Aktor James Ransone Tutup Usia di Umur 46 Tahun, Ini Penyebabnya!
-
Jejak Karier James Ransone, Aktor Kawakan yang Ditemukan Tewas Bunuh Diri
-
Benarkan Alex Tewas di Tahanan, Kapolres Jaksel: Lebih Jelasnya Nanti Malam
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
Terkini
-
5 Obat Sakit Lutut Terbaik untuk Usia di Atas 50 Tahun, Harga Mulai Rp 13 Ribu
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026
-
Ancaman Kuman dari Botol Susu dan Peralatan Makan Bayi yang Sering Diabaikan
-
Terlalu Sibuk Kerja Hingga Lupa Kesehatan? Ini Isu 'Tak Terlihat' Pria Produktif yang Berbahaya
-
Lebih dari Separuh Anak Terdampak Gempa Poso Alami Kecemasan, Ini Pentingnya Dukungan Psikososial